Akurat
Pemprov Sumsel

7 Rekomendasi Mobil Listrik Terbaik untuk Perjalanan Jauh 2026, Irit dan Tangguh

Titania Isnaenin | 15 April 2026, 13:57 WIB
7 Rekomendasi Mobil Listrik Terbaik untuk Perjalanan Jauh 2026, Irit dan Tangguh
Mobil listrik terbaik 2026.

AKURAT.CO Perkembangan kendaraan listrik (EV) terus mengubah lanskap otomotif, menawarkan alternatif yang efisien dan ramah lingkungan untuk perjalanan jauh. ​

Seiring dengan semakin dekatnya tahun 2026, pilihan mobil listrik yang mampu menempuh jarak jauh dengan fitur kenyamanan dan keamanan modern semakin beragam. ​

Berikut rekomendasi mobil listrik terbaik untuk perjalanan jarak jauh di tahun 2026, dengan mempertimbangkan efisiensi, ketangguhan, dan berbagai fitur pendukung.

Pilihan Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Terjauh 2026

​Beberapa mobil listrik menonjol dengan kemampuan jarak tempuh yang luar biasa, menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan jarak jauh. ​

Xiaomi SU7, misalnya, menawarkan jarak tempuh lebih dari 900 km (CLTC), menjadikannya sangat cocok untuk rute mudik panjang tanpa sering mengisi daya.

​Mercedes-Benz EQS juga merupakan pilihan mewah dengan daya jelajah hingga 770 km, dikombinasikan dengan performa tinggi dan kenyamanan maksimal.

Mobil Listrik Populer dengan Jarak Tempuh di Atas 600 km

  1. BYD Seal (Tipe Performance): ​Sedan listrik ini memiliki jarak tempuh hingga 650 km (NEDC) dan menawarkan akselerasi yang sangat responsif. ​Kabin yang nyaman dan fitur keselamatan lengkap turut mendukung perjalanan jauh yang aman. ​Teknologi Blade Battery pada BYD Seal juga dikenal kuat dan tahan panas.

  2. AION Hyptec HT: ​SUV premium ini mampu menempuh hingga 600 km dalam sekali pengisian, ideal untuk perjalanan antarkota. ​Posisi duduk yang tinggi dan kabin luas meningkatkan kenyamanan bagi semua penumpang.

Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Menengah hingga Jauh (400-599 km)

​Berbagai model mobil listrik menawarkan keseimbangan antara jarak tempuh yang memadai dan fitur modern yang lengkap.

  1. BYD M6 (Tipe Superior): ​MPV listrik 7-seater ini menawarkan jarak tempuh hingga 530 km, menjadikannya ideal untuk mudik bersama banyak anggota keluarga. ​Dengan baterai 55,4 kWh dan teknologi Blade Battery, BYD M6 dapat melaju hingga 420 km dalam sekali pengisian daya.

  2. Chery Omoda E5: ​Hatchback ini sanggup menempuh sekitar 505 km (NEDC) atau 430 km (WLTP), cukup untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. ​Kabin yang lega dan fitur hiburan juga memanjakan penumpang.

  3. Hyundai Ioniq 5: ​Crossover listrik ini menawarkan jarak tempuh hingga 480 km per pengisian, cocok untuk perjalanan mudik jarak jauh. ​Desain kabin luas dan fitur kenyamanan modern membuat perjalanan lebih santai. ​Selain itu, mobil ini memiliki kemampuan pengisian cepat. ​Varian tertinggi memiliki tenaga maksimum hingga 641 hp dan torsi mencapai 770 Nm.

  4. GAC Aion Y Plus (Premium): ​SUV listrik ini mampu menjelajah hingga 490 km per pengisian penuh. ​Kabin yang lapang sangat cocok untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan selama perjalanan panjang.

  5. Wuling Cloud EV: ​Hatchback premium ini menawarkan jarak tempuh hingga 460 km, dengan kabin nyaman dan desain kompak yang mudah dikendarai. ​Mobil ini juga dilengkapi dengan baterai LFP berkapasitas 50,6 kWh.

Standar Pengujian Jarak Tempuh Mobil Listrik

​Penting untuk memahami standar pengujian jarak tempuh yang digunakan oleh pabrikan, karena angka yang tercantum bisa bervariasi.

  1. WLTP (Europe): ​Standar ini cenderung lebih mendekati kondisi nyata dibandingkan standar lama.

  2. EPA (USA): ​Dikenal paling ketat dan sering memberikan angka jarak tempuh yang paling realistis bagi konsumen.

  3. NEDC (China/Global Lama): ​Biasanya memberikan angka jarak tempuh paling tinggi, namun paling sulit dicapai dalam kondisi berkendara harian.

​Perlu diingat bahwa klaim pabrikan adalah "batas atas," dan dalam kondisi nyata di Indonesia, pengurangan jarak tempuh sebesar 15% hingga 20% adalah hal yang wajar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.