Berharap Cek Rekaman Dashcam, Ridwan Hanif Pertanyakan Kompetensi Supir Green SM dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

AKURAT.CO Tragedi kecelakaan Kereta Api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menyisakan duka yang sangat mendalam.
Kejadian ini mengakibatkan 15 orang tewas dan puluhan korban luka yang masih ditangani petugas medis. Lalu lintas perjalanan Kereta Api di lintas Jakarta sampai Cikarang lantas terhenti total.
Armada taksi listrik Green SM kemudian menuai sorotan setelah unitnya menjadi penyebab kecelakaan. Mobil listrik yang mogok di rel perlintasan sebidang tanpa palang pintu JPL 85 Ampera menyebabkan tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun dalam waktu singkat.
Terkait hal ini, pengamat otomotif, Ridwan Hanif, mempertanyakan kompetensi berkendara supir Green SM.
"Harus kita cek secara seksama dan ditinjau bagaimana metode training dari pihak Taxi. Memang jika kita melihat social media ada banyak video taxi dari perusahaan ini tidak tertib ketika berkendara," ujarnya kepada AKURAT.CO, Selasa (28/4/2026).
"Namun kita enggak bisa berkesimpulan bahwa sopir yang terlibat dalam kecelakaan ini tidak kompeten," tambahnya.
Ridwan menjelaskan fitur pada mobil listrik Vinfast E34 ini sebenarnya sangatlah basic untuk mobil listrik. Contohnya, di mobil ini, belum ada ADAS yang berfungsi untuk mengerem mobil secara otomatis atau yang bisa menjadikan mobil sebagai mobil otonom level 2.
Kemudian, rem tangan mobil ini juga masih menggunakan tuas yang ditarik secara manual.
"Mobil ini juga masih menggunakan tombol untuk mematikan dan menyalakan mobil. Jadi sebenarnya dibanding mobil listrik lain, mobil ini cenderung masih lebih tradisional seperti mobil bensin," sebut YouTuber dengan jutaan subscriber ini.
Menurutnya, tidak ada spesifikasi khusus mobil apa yang cocok untuk di kawasan Jabodetabek. Ridwan berharap ada perangkat dashcam yang bisa diambil rekamannya untuk melihat secara detail apa yang terjadi pada kendaraan di saat itu karena ada banyak kemungkinan.
"Itu pun juga saya harus cari tahu lebih lanjut apakah itu beneran mogok, human error, atau kehabisan baterai di tengah lintasan kereta api. Sebaiknya kita tunggu investigasi dari KNKT," pungkasnya.
Sebagai informasi, unit Green SM yang mogok di tengah rel kemudian tertabrak KRL PLB 5181 Jakarta-Cikarang dan menyebabkan gangguan sinyal.
Ini mengakibatkan KRL PLB 5568a Jakarta–Cikarang di belakangnya tertahan di peron 2, hingga akhirnya tertabrak dari belakang (rear-end collision) oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum






