Akurat Logo

Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Otomotif Beri Imbauan untuk KAI dan Perusahaan Taksi

Yusuf Tirtayasa | 28 April 2026, 19:02 WIB
Tabrakan Kereta di Bekasi, Pengamat Otomotif Beri Imbauan untuk KAI dan Perusahaan Taksi

AKURAT.CO Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menjadi perhatian luas publik. Insiden ini menewaskan 14 orang serta menyebabkan puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani penanganan medis.

Kecelakaan bermula ketika sebuah taksi listrik Green SM mogok di rel perlintasan sebidang tanpa palang pintu hingga memicu tabrakan kereta beruntun. Kecelakaan kereta tersebut juga mendapat sorotan dari pengamat otomotif Ridwan Hanif.

Menurutnya, salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi perlintasan yang bukan merupakan perlintasan resmi sehingga tidak memiliki pintu palang sesuai standar keselamatan.

“Kalau dari saya yang pertama, perlintasan tersebut adalah bukan perlintasan resmi jadi tidak ada pintu palang kereta api yang sesuai dengan standar. Sebaiknya perlintasan tersebut ditutup saja, jika memang dibutuhkan masyarakat maka buatkan pintu perlintasan yang sesuai standar,” ujarnya kepada AKURAT.CO, Selasa (28/4/2026).

Ia menilai keberadaan perlintasan tanpa pengamanan yang memadai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di kawasan dengan lalu lintas kendaraan yang padat.

Pentingnya Disiplin Pengemudi dan Pelatihan Driver

Ridwan Hanif juga menyoroti perilaku sebagian pengendara yang masih nekat menerobos palang pintu kereta api meskipun kondisi tersebut sangat berbahaya.

“Yang kedua saya lihat belakangan ini banyak orang yang nekat menerobos palang kereta api, berikan penegakan hukum yang lebih ketat dan lebih berat pada pelanggar palang pintu kereta api,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pengemudi kendaraan untuk tidak berhenti di atas rel kereta api, terutama ketika kondisi lalu lintas sedang macet.

“Ketiga, sebagai pengemudi mobil, pastikan kita tidak berhenti di perlintasan kereta api, jika dalam kondisi kemacetan lalu lintas, Berhentilah sebelum Jalur rel kereta api, jika ada space kosong setelah jalur rel kereta api barulah jalan, Jangan sampai kita harus berhenti di macet,” kata Ridwan.

YouTuber otomotif dengan jutaan subscriber itu juga mengimbau perusahaan transportasi, termasuk operator taksi, agar memberikan pelatihan berkendara yang memadai kepada para pengemudi.

“Keempat. Untuk perusahaan taksi dan seluruh perusahaan transport lainnya, berikan training yang memadai dan juga berikan aturan kedisiplinan yang lebih ketat terhadap driver," tegasnya.

Dari segi mobil, lanjut Ridwan, juga sebaiknya diberikan dashcam yang menghadap keluar ke belakang dan ke dalam kendaraan. "Hal itu agar jika terjadi kecelakaan bisa memudahkan proses investigasi," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.