Akurat
Pemprov Sumsel

MPASI Fortifikasi Untuk Bayi Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Para Ahli

Sri Agustina | 27 September 2023, 12:30 WIB
MPASI Fortifikasi Untuk Bayi Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Para Ahli

AKURAT.CO, Dalam berbagai forum, banyak ibu di Indonesia yang memertanyakan apakah MPASI fortifikasi aman untuk bayi. Pertanyaan ini timbul karena MPASI fortifikasi termasuk makanan pabrikan dan ada persepsi bahwa makanan pabrikan tidak baik untuk bayi.

Prof. Dr. Ir. Sugiyono, M.AppSc. Pakar Teknologi Pangan sekaligus Anggota Tim Pakar Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM mengajak mengajak Dr. Ardi sebagai salah satu dokter sekaligus influencer tumbuh kembang anak untuk membeberkan fakta seputar MPASI fortifikasi.

Baca Juga: Jadwal MPASI Bayi Ideal, Berapa Kali Dalam Sehari?

Sugiyono memaparkan, sebelum memberikan MPASI kepada anak, ibu harus memahami apa yang dimaksud dengan makanan pabrikan.

"Sebaiknya kita memahami dulu apa itu makanan pabrikan dan bagaimana pembuatannya. Makanan pabrikan adalah hasil pengolahan makanan di pabrik yang mencakup pemasakan (biasanya perebusan atau pengukusan) dan pengeringan," ujar Sugiyono dalam rilis yang diterima, Rabu (27/9/2023).

"Pemasakan, yang umum dilakukan baik di rumah atau di dalam industri, bertujuan memastikan makanan matang, aman, dan mudah dicerna, misalnya daging yang tidak boleh dimakan secara mentah," tambahnya.

Setelah proses pemasakan, dalam pembuatan makanan pabrikan, dilakukan proses pengeringan. Tujuan pengeringan adalah untuk mengeluarkan air dari makanan sehingga menjadi tahan lama atau awet disimpan tanpa mengalami kerusakan atau pembusukan dan kandungan nutrisinya dapat dipertahankan.

"Dalam bidang industri, salah satu makanan yang melalui proses pengeringan agar lebih awet adalah makanan bayi yang dikeringkan menjadi MPASI fortifikasi," tuturnya.

Baca Juga: Ini Dia Penyedap Masakan Tanpa Micin Cocok Untuk MPASI

Sementara itu, dokter Ardi merasa bahwa selain memerhatikan makanan dengan nutrisi yang seimbang saat hamil, Ibu juga harus memerhatikan asupan gizi untuk ASI selama 6 bulan.

"Selain memerhatikan nutrisi yang seimbang saat hamil, kemudian memastikan asupan gizi melalui ASI selama 6 bulan, ibu juga harus memerhatikan asupan nutrisi pada fase MPASI saat usia anak di atas 6 bulan. Pada usia tersebut, anak sudah semakin membutuhkan nutrisi yang kompleks dan tidak cukup hanya diberikan melalui ASI. Anak sudah sangat perlu diberikan dukungan asupan lain melalui makanan pendamping ASI (MPASI)," pungkasnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R