Akurat
Pemprov Sumsel

Bagaimana Corak Pemerintahan, Sosial, dan Ekonomi pada Zaman Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam?

Sultan Tanjung | 12 Februari 2024, 09:00 WIB
Bagaimana Corak Pemerintahan, Sosial, dan Ekonomi pada Zaman Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam?

AKURAT.CO Pada masa perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, terjadi transformasi signifikan dalam sistem pemerintahan, sosial, dan ekonomi.

Berikut adalah gambaran mengenai corak pemerintahan, sosial, dan ekonomi pada zaman tersebut:

  1. Sistem Pemerintahan:

    • Kesultanan: Di masa Islam, kerajaan disebut sebagai kesultanan. Pemimpin tertinggi kerajaan disebut dengan sultan (raja dalam Bahasa Arab). Sultan memperkuat kedudukannya dengan mengaitkan dirinya melalui garis keturunan pada Nabi Muhammad SAW. Sultan bukanlah titisan dari Allah, melainkan manusia biasa yang memiliki kelebihan dan pantas memimpin suatu kerajaan. Keputusan-keputusan penting biasanya dikonsultasikan dengan para ulama, termasuk anggota Wali Songo yang menjadi penasihat bagi Kerajaan Demak.
    • Pengangkatan Raja: Sultan diangkat berdasarkan garis keturunan. Jika sultan dianggap mampu dan berwibawa untuk memimpin, anak sultan akan mendapatkan takhta untuk memimpin kerajaan.
  2. Sistem Sosial:

    • Tidak Ada Sistem Kasta: Islam tidak mengenal sistem kasta. Oleh karena itu, aturan kasta tidak berlaku di kehidupan masyarakat pada masa kerajaan Islam. Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, dan lainnya banyak digunakan. Kosakata Bahasa Arab juga diserap dan digunakan dalam bahasa sehari-hari.
    • Sederhana dan Mudah Diterima: Ajaran Islam cenderung lebih sederhana dan mudah diterima oleh masyarakat Nusantara. Islam menyebar melalui jalan damai dan tidak mengenal sistem kasta, sehingga banyak orang yang memeluk Islam.
  3. Sistem Ekonomi:

    • Perdagangan: Perekonomian pada masa Islam sangat bergantung pada sektor perdagangan. Kerajaan-kerajaan Islam aktif dalam perdagangan, terutama melalui jalur laut. Pelabuhan-pelabuhan seperti Samudra Pasai, Aceh, dan Malaka menjadi pusat perdagangan internasional. Bahan-bahan seperti rempah-rempah, sutra, dan emas diperdagangkan dengan negara-negara lain.

Dengan demikian, masa perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara memiliki ciri khas yang membedakannya dari masa sebelumnya, terutama dalam hal sistem pemerintahan, sosial, dan ekonomi.

Semoga artikel ini memberikan wawasan lebih mengenai periode bersejarah yang penting ini!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.