Akurat
Pemprov Sumsel

Ki Hadjar Dewantara Menyatakan Bahwa Pendidikan Budi Pekerti Dapat Dilatih dengan Menggunakan Permainan Anak-Anak, Seperti Permainan Cublak-Cublak...

Sultan Tanjung | 3 Juni 2024, 21:00 WIB
 Ki Hadjar Dewantara Menyatakan Bahwa Pendidikan Budi Pekerti Dapat Dilatih dengan Menggunakan Permainan Anak-Anak, Seperti Permainan Cublak-Cublak...

AKURAT.CO Pendidikan bukan hanya tentang aspek akademis semata. Ki Hadjar Dewantara, seorang pahlawan nasional Indonesia dan pendiri Taman Siswa, menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti.

Budi pekerti mencakup berbagai nilai moral dan perilaku positif, seperti kejujuran, keberanian, kerja sama, dan keterampilan sosial.

Di tengah gencarnya teknologi dan permainan digital, permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, engklek, petak umpet, dan congklak masih memiliki tempat penting dalam pembentukan karakter anak-anak.

Artikel ini akan menjelajahi bagaimana permainan-permainan tradisional ini dapat menjadi alat efektif untuk melatih budi pekerti anak-anak.

Cublak-Cublak Suweng: Melatih Kejujuran, Keberanian, dan Kerja Sama

Cublak-cublak suweng adalah permainan tradisional Indonesia yang dimainkan oleh sekelompok anak.

Dalam permainan ini, seorang anak menjadi “pengejar” dan mencoba menangkap anak-anak lain yang bersembunyi.

Permainan ini bukan hanya tentang kesenangan semata, tetapi juga merupakan platform yang luar biasa untuk melatih beberapa aspek budi pekerti:

  1. Kejujuran: Anak yang bersembunyi harus mematuhi aturan dan tidak boleh keluar dari tempat persembunyiannya sebelum disuruh. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk memahami pentingnya mematuhi peraturan, bahkan dalam situasi yang santai.
  2. Keberanian: Anak yang menjadi pengejar harus berani mengejar dan menangkap anak lain. Ini membangun rasa percaya diri dan keberanian pada anak-anak, keterampilan yang penting untuk menghadapi tantangan di kehidupan.
  3. Kerja Sama: Anak-anak yang bersembunyi harus bekerja sama untuk menghindari pengejar. Mereka perlu berkomunikasi secara efektif dan bergerak bersama-sama untuk mengelabui pengejar. Ini adalah pelajaran awal tentang pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Engklek: Melatih Motorik, Keseimbangan, dan Keterampilan Sosial

Engklek adalah permainan tradisional yang dimainkan dengan cara melompati kotak-kotak yang digambar di tanah.

Permainan ini mungkin tampak sederhana, tetapi memiliki manfaat yang tak terhitung:

  1. Motorik: Anak-anak perlu melompat dengan presisi dari satu kotak ke kotak lainnya. Ini mengembangkan koordinasi mata dan tangan.
  2. Keseimbangan: Melompati kotak-kotak memerlukan keseimbangan tubuh yang baik.
  3. Keterampilan Sosial: Anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya mereka saat bermain engklek. Ini membantu membangun keterampilan sosial dan hubungan positif.

Kesimpulan

Permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng dan engklek bukan hanya menghibur, tetapi juga membentuk karakter anak-anak.

Melalui permainan ini, kita dapat melatih kejujuran, keberanian, kerja sama, motorik, keseimbangan, dan keterampilan sosial. Inilah kebijaksanaan Ki Hadjar Dewantara yang relevan hingga saat ini

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.