Landasan Idiil Politik Luar Negeri Indonesia adalah Pancasila sebagai Pedoman

AKURAT.CO Politik luar negeri Indonesia merupakan arah kebijakan dalam mengatur hubungan dengan negara-negara lain.
Landasan idiil politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila, yang menjadi pedoman hidup bangsa dan sumber hukum di Indonesia.
Artikel ini akan membahas peran Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan bagaimana landasan idiil ini membentuk kebijakan politik luar negeri Indonesia.
1. Pancasila sebagai Landasan Ideologi Negara
- Pancasila: Lima sila yang menjadi dasar ideologi negara Indonesia.
- Pedoman Hidup: Pancasila mengandung nilai-nilai moral, etika, dan keadilan yang mengarahkan kebijakan politik luar negeri.
2. Prinsip Bebas Aktif
- Bebas Aktif: Indonesia memilih negara sahabat tanpa terikat pada satu ideologi atau blok tertentu.
- Ambil Bagian: Indonesia aktif dalam mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasional.
3. Peran Mohammad Hatta
- Konsep Bebas Aktif: Diperkenalkan oleh Mohammad Hatta melalui pidato “Mendayung di antara Dua Karang” pada 2 September 1948.
- Objek vs. Subjek: Indonesia harus tetap menjadi subjek di dunia internasional yang memiliki hak dalam menentukan sikap sendiri sebagai negara yang merdeka sepenuhnya.
Kesimpulan
Landasan idiil politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. Dengan mengakui perbedaan dan menghargai keunikan setiap negara, Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif untuk kepentingan nasional dan perdamaian dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




