Apa Saja Kegiatan, Materi, Manfaat yang Anda Harapkan Ada dalam Modul Ini 1.4 Budaya Positif Program Guru Penggerak?

AKURAT.CO Dalam perjalanan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), Modul 1.4 “Budaya Positif” menjadi gerbang menuju transformasi sekolah.
Modul ini mengajak para calon Guru Penggerak (CGP) untuk beralih dari perspektif “pengontrol” menjadi “fasilitator” dalam membangun iklim belajar yang positif dan berpihak pada murid.
Berikut adalah ringkasan isi modul ini:
Penjelasan Modul
Modul ini dibuka dengan menggali filosofi Segitiga Restitusi, yang menjadi dasar budaya positif.
Filosofi ini mengajarkan tentang memberikan dukungan, tanggung jawab, dan kebebasan kepada siswa.
CGP diajak untuk memahami peran mereka sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan inspiratif.
Isi Modul:
-
Menyelami Filosofi Segitiga Restitusi:
- Filosofi ini mengajarkan tentang tiga elemen penting: dukungan, tanggung jawab, dan kebebasan.
- CGP diajak untuk memahami bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ini dalam praktik mengajar.
-
Menumbuhkan Keyakinan Kelas yang Berpihak pada Murid:
- Modul ini membekali CGP dengan strategi untuk membangun keyakinan kelas yang positif.
- CGP akan memahami pentingnya memperhatikan kebutuhan dan potensi setiap siswa.
-
Menstrategi Disiplin Positif: Tanpa Hukuman dan Tanpa Penghargaan Eksternal:
- CGP akan mempelajari pendekatan disiplin positif yang mengutamakan pembelajaran dan pertumbuhan.
- Modul ini mengajarkan cara mengatasi tantangan perilaku tanpa mengandalkan hukuman atau hadiah eksternal.
-
Aksi Nyata: Mewujudkan Budaya Positif di Lingkungan Sekolah:
- CGP akan merencanakan dan melaksanakan aksi nyata untuk menciptakan budaya positif di sekolah.
- Ini melibatkan kolaborasi dengan rekan kerja, siswa, dan orang tua.
Kesimpulan:
Modul ini bukan sekadar teori, tetapi juga memberikan strategi aksi nyata yang efektif untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Dengan memahami dan mengimplementasikan budaya positif, CGP dapat berkontribusi pada perubahan yang lebih baik dalam pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






