Akurat
Pemprov Sumsel

Mengapa Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan dengan Istilah Prasejarah untuk Menggambarkan Kehidupan Manusia Sebelum Mengenal Tulisan?

Sultan Tanjung | 22 Agustus 2024, 12:55 WIB
Mengapa Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan dengan Istilah Prasejarah untuk Menggambarkan Kehidupan Manusia Sebelum Mengenal Tulisan?

AKURAT.CO Istilah “praaksara” dan “prasejarah” sering digunakan untuk menggambarkan periode kehidupan manusia sebelum adanya sistem tulisan.

Namun, ada perdebatan mengenai istilah mana yang lebih tepat digunakan.

Artikel ini akan membahas mengapa istilah “praaksara” dianggap lebih tepat dibandingkan dengan istilah “prasejarah” untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan, berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah universitas di dalam negeri dan luar negeri.

1. Pengertian Praaksara dan Prasejarah

Istilah “praaksara” berasal dari dua kata, yaitu “pra” yang berarti sebelum dan “aksara” yang berarti tulisan. 

Dengan demikian, praaksara merujuk pada masa sebelum manusia mengenal tulisan.

Di sisi lain, istilah “prasejarah” terdiri dari “pra” yang berarti sebelum dan “sejarah” yang berarti peristiwa masa lalu yang berhubungan dengan aktivitas manusia. 

Prasejarah secara harfiah berarti masa sebelum adanya catatan sejarah tertulis.

2. Aktivitas dan Kebudayaan Manusia Praaksara

Meskipun manusia pada masa praaksara belum mengenal tulisan, mereka sudah memiliki aktivitas dan kebudayaan yang kompleks. 

Mereka telah mengembangkan alat-alat dari batu, tulang, dan kayu, serta menciptakan seni rupa seperti lukisan gua.

Penggunaan istilah “prasejarah” cenderung mengabaikan fakta bahwa manusia pada masa ini sudah memiliki sejarah dan kebudayaan yang signifikan, meskipun belum ada catatan tertulis.

3. Komunikasi dan Sistem Simbol

Manusia praaksara menggunakan berbagai bentuk komunikasi non-tulisan, seperti bahasa lisan, simbol-simbol visual, dan melodi musik untuk menyampaikan pesan dan mengabadikan kenangan.

Istilah “praaksara” lebih tepat karena mencakup semua bentuk komunikasi ini, sementara istilah “prasejarah” cenderung fokus pada ketiadaan tulisan dan mengabaikan sistem komunikasi lainnya yang digunakan oleh manusia pada masa itu.

4. Pengakuan terhadap Budaya Lisan

Istilah “praaksara” juga memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap budaya lisan yang masih hidup hingga saat ini.

Di banyak komunitas adat, tradisi lisan tetap menjadi bagian penting dari identitas mereka.

Dengan menggunakan istilah “praaksara”, kita menghargai warisan lisan ini dan menyadari bahwa budaya tulisan hanya merupakan satu aspek dari kekayaan budaya manusia.

5. Keakuratan Terminologi

Penggunaan istilah “praaksara” lebih akurat dalam menggambarkan periode sebelum adanya tulisan formal. 

Istilah ini tidak hanya mencakup masa sebelum tulisan ditemukan, tetapi juga periode ketika sistem tulisan belum merata di kalangan masyarakat.

Ini memberikan gambaran yang lebih luas dan komprehensif tentang kehidupan manusia pada masa lampau.

Kesimpulan

Istilah “praaksara” lebih tepat digunakan dibandingkan dengan istilah “prasejarah” untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.

Istilah ini mencakup aktivitas dan kebudayaan manusia praaksara, bentuk komunikasi non-tulisan, serta memberikan pengakuan terhadap budaya lisan.

Selain itu, istilah “praaksara” lebih akurat dalam menggambarkan periode sebelum adanya tulisan formal.

Dengan demikian, penggunaan istilah “praaksara” membantu kita memahami dan menghargai keberagaman kehidupan manusia pada masa lampau dengan lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.