AKURAT.CO Tradisi gowok adalah kebiasaan kuno yang pernah berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa pada masa lalu.
Tradisi gowok banyak dijalankan di wilayah seperti Banyumas, Purworejo dan Blora.
Dilakukan oleh seorang perempuan terlatih, gowok berfungsi sebagai pendidikan rumah tangga dan seks calon suami yang masih remaja.
Wanita Tionghoa bernama Goo Wok Niang disebut menjadi asal usul hadirnya istilah "gowok" di Jawa pada awal abad ke-15.
Bersama rombongan Laksamana Cheng Ho, Goo Wok Niang membawa tradisi rumah tangga dan seksualitas yang diadopsi masyarakat Jawa sebagai gowok.
Pendidikan yang diberikan oleh gowok mencakup pengetahuan tentang hubungan suami istri, teknik dalam berhubungan seksual serta keterampilan rumah tangga.
Seorang gowok harus memiliki pengetahuan rumah tangga yang baik, kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri agar tidak melanggar batas moral.
Biasanya, gowok akan memberikan pembelajaran selama satu minggu kepada anak laki-laki yang akan menikah "nyantrik."
Selama masa ini, gowok bertingkah seperti seorang istri dan menantu demi mengajarkan segala hal yang diperlukan untuk menjadi suami yang baik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Indah, Ini Arti Tradisi Lampion Saat Perayaan Waisak di Candi Borobudur
Apabila masa pendidikan telah selesai, maka gowok akan melaporkan hasilnya kepada orang tua si anak tersebut.
Biasanya, setelah orang tua sang anak menyetujui, pesta pernikahan baru akan diselenggarakan setelah anak dinyatakan benar-benar siap.
Meski tradisi ini kini sudah punah, jejaknya tetap hidup sebagai warisan budaya berharga. Yang mengajarkan kita bahwa persiapan menuju pernikahan bukan sekadar ritual melainkan sebuah perjalanan sakral penuh makna dalam budaya masyarakat yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Piknik Keluarga di Ragunan: Tradisi Lebaran yang Tak Tergantikan
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









