Akurat Logo

Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Kasar: Tips Efektif untuk Orang Tua

Redaksi Akurat | 24 Mei 2026, 12:49 WIB
Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Kasar: Tips Efektif untuk Orang Tua
Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Kasar: Tips Efektif untuk Orang Tua

AKURAT.CO Perilaku kasar pada anak bisa muncul dari banyak hal, mulai dari meniru lingkungan sekitar, rasa frustasi, hingga kurangnya kemampuan mengungkapkan emosi dengan benar.

Karena itu, orang tua perlu tahu cara mengajarkan anak agar tidak kasar sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang lembut, sopan, dan berempati. Berikut panduan lengkapnya!

Baca Juga: Perlindungan Anak di Ruang Digital Harus Lebih Progresif, Puan: Negara Tak Boleh Kalah Cepat dari Jaringan Judol

Mengapa Anak Bisa Berperilaku Kasar?

Dirangkum dari Sekolah Murid Merdeka, berikut beberapa alasan mengapa anak bisa berperilaku maupun berkata kasar:

Meniru Orang Tua

Anak menjadikan orang tuanya sebagai contoh utama. Jika sering mendengar kata-kata kasar dari Ayah atau Bunda, mereka akan menganggapnya wajar. Jadi, orang tua perlu berhati-hati dalam bersikap dan memberi contoh yang baik.

Terpengaruh Lingkungan Sekitar

Anak kecil mudah meniru apa pun yang ia lihat dan dengar. Jika di sekitarnya ada orang yang sering berbicara kasar, anak bisa menirunya tanpa tahu itu salah. Orang tua perlu menjelaskan dengan lembut bahwa tidak semua perkataan layak ditiru.

Pengaruh Tayangan TV dan Gadget

Konten dari TV atau media digital sering menampilkan ucapan dan perilaku negatif. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membatasi dan mendampingi anak saat menonton agar tidak meniru hal buruk dari tayangan tersebut.

Menganggap Kasar Itu Keren

Kadang anak bersikap kasar karena menganggapnya keren atau lucu. Saat ini terjadi, jangan langsung dimarahi, lebih baik jelaskan bahwa perilaku kasar bukan tanda keberanian, melainkan bisa menyakiti orang lain.

Cara Mengajarkan Anak agar Tidak Kasar

Pahami Penyebab Anak Bersikap Kasar

Sebelum menegur anak, penting untuk mencari tahu kenapa ia berperilaku kasar. Anak bisa menjadi agresif karena meniru perilaku orang dewasa atau teman sebaya, merasa kesal atau tidak bisa mengekspresikan emosi dengan kata-kata, dan kurang perhatian atau merasa tidak didengar.

Dengan memahami penyebabnya, orang tua bisa mengambil langkah yang tepat untuk memperbaikinya tanpa mempermalukan atau membuat anak merasa disalahkan.

Bangun Komunikasi Terbuka

Ajak anak berbicara dengan suasana tenang dan penuh perhatian. Dengarkan tanpa menyela dan berikan tanggapan yang positif agar mereka merasa dihargai. Jika ada perilaku yang kurang tepat, jelaskan dengan lembut tanpa menghakimi. 

Gunakan Pertanyaan “Saat” atau “Lalu”

Dilansir dari HaiBunda, gunakan pernyataan “saat” atau “lalu” untuk menegaskan aturan dengan cara positif. Misalnya, “Saat kamu menyimpan mainanmu, lalu kita bisa bermain bersama lagi.”

Cara ini membantu anak memahami bahwa perilaku baik membawa hasil menyenangkan. Tetap konsisten dan hindari mengulang peringatan agar anak mau mendengarkan.

Jadilah Contoh yang Baik

Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua sering berbicara dengan nada tinggi atau menggunakan kata-kata kasar, anak akan menganggap hal itu wajar. Maka dari itu, cara mengajarkan anak agar tidak kasar yang paling efektif adalah dengan menjadi teladan.

Batasi Waktu Main Gadget

Gadget bisa jadi sumber anak mendengar kata-kata dan perilaku kasar dari tayangan yang tidak mendidik. Oleh karena itu, penting menetapkan jadwal dan durasi penggunaan gadget agar anak tetap seimbang antara hiburan dan aktivitas nyata.

Hindari Memarahi atau Menghukum Fisik

Memarahi atau menghukum anak dengan kekerasan tidak akan membuat mereka belajar, justru menanamkan contoh buruk tentang cara menghadapi masalah. Lebih baik tunjukkan ketegasan dengan konsistensi dan contoh nyata.

Jelaskan Akibat dari Perilaku Kasar

Ketika anak mulai bertindak kasar, orang tua perlu menjelaskan dampaknya dengan bijak. Beri tahu bahwa sikap tersebut bisa membuat orang lain menjauh dan merusak hubungan pertemanan. Dengan memahami konsekuensinya, anak akan belajar introspeksi dan berusaha mengubah perilakunya.

Ajarkan Cara Menyelesaikan Masalah

Bantu anak belajar menghadapi konflik dengan tenang dan mencari solusi tanpa berkata atau berperilaku kasar. Latih mereka mengelola emosi, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah.

Dengan begitu, anak tumbuh lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Berikan Apresiasi Positif

Ketika anak berusaha untuk berkata dan berperilaku baik, berikan apresiasi kepada anak agar dia merasa senang dan merasa dihargai oleh orang tuanya. Apresiasi itu akan membuat anak semakin termotivasi untuk senantiasa berperilaku baik dan sopan. 

Baca Juga: Cegah Anak Terpapar Judol, Puan Dukung Materi Bahaya Judi Online Masuk ke MPLS

Terus Ingatkan dengan Lembut

Karena anak masih dalam proses belajar, wajar jika mereka perlu diingatkan berulang kali.

Sampaikan nasihat dengan nada tenang tapi tegas agar pesan terserap tanpa membuat mereka merasa disalahkan. Dengan konsistensi, anak akan terbiasa bersikap dan berbicara dengan sopan.

Mengajarkan anak agar tidak kasar membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan komunikasi yang hangat.

Orang tua perlu memahami penyebab perilaku anak, menjadi contoh yang baik, serta memberi arahan dengan cara positif dan konsisten.

Dukungan berupa pujian dan pengingat lembut juga penting agar anak merasa dihargai dan mau belajar memperbaiki diri.

Dengan bimbingan yang penuh kasih, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sopan, empati, dan mampu mengelola emosinya dengan baik.

Shera Amalia Ghaitsa (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R