Akurat
Pemprov Sumsel

Perjalanan Nur Rachmy Fazryah dari Mahasiswa Teknologi dan Manajemen Ternak Menjadi Asisten Dosen Inspiratif di IPB University

Eko Krisyanto | 24 Maret 2025, 23:31 WIB
Perjalanan Nur Rachmy Fazryah dari Mahasiswa Teknologi dan Manajemen Ternak Menjadi Asisten Dosen Inspiratif di IPB University

NUR RACHMY FAZRYAH, lebih dikenal dengan panggilan Ami, dilahirkan di Sukabumi pada 9 Agustus 2002.

Sejak kecil hingga kini, ia tetap tinggal di kota tempatnya dilahirkan.

Pendidikan awalnya dimulai di sebuah Sekolah Dasar Islam swasta, sebelum melanjutkan ke SMP dan SMA negeri.

Minat terhadap biologi yang muncul sejak masa sekolah mendorongnya untuk memilih Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK) saat ia berhasil masuk ke Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi melalui jalur seleksi USMI.

Bagi Ami, peternakan bukan sekadar bidang studi, melainkan juga sektor penting yang berkontribusi pada ketahanan pangan di Indonesia.

Ia menyadari bahwa industri ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan dan teknologi, yang membuatnya bersemangat untuk mengeksplorasi lebih dalam melalui pendidikan formal.

Dengan motivasi yang tinggi, Ami memulai perjalanan akademisnya dengan serius, hingga mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen dalam bidang yang ia jalani.

Perjalanan sebagai Asisten Dosen

Keinginan Ami untuk berperan sebagai asisten dosen muncul di semester delapan. Setelah ia menyelesaikan banyak mata kuliah dan memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi peternakan secara praktis.

Kesempatan ini datang pada waktu yang tepat. Karena selain memperdalam pemahamannya terhadap materi kuliah yang pernah ia ambil, ia dapat pula mengasah kemampuan mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa lainnya.

Saat ini, Ami menjadi asisten dua hingga lebih mata kuliah setiap semester, termasuk Penanganan Limbah Ternak, Komunikasi Bisnis Peternakan, Komputasi Data dan Metodologi.
Melaksanakan peran sebagai asisten dosen bukan sesuatu yang mudah, terutama di fase awal.

Ami mengakui bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah kecemasan saat berbicara di depan kelas.

"Saya sempat merasa takut untuk berbicara di depan mahasiswa lain karena merasa canggung dan tidak terbiasa tampil di hadapan banyak orang," ungkapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin seringnya ia berinteraksi dengan mahasiswa, keterampilan komunikasinya berkembang.

Ami mulai merasakan peningkatan percaya diri saat menyampaikan materi, berinteraksi dengan mahasiswa dan membantu dalam perkuliahan.

Salah satu pengalaman tak terlupakan baginya adalah ketika mengasisteni mahasiswa dari Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB) dalam mata kuliah peternakan.

Dari pengalaman ini, ia menyadari bahwa setiap mahasiswa memiliki gaya belajar yang unik, sehingga ia belajar bagaimana menyesuaikan pendekatan pengajaran dan interaksinya dengan mereka.

Bagi Ami, menjadi asisten dosen bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga memahami dinamika kelas, memberikan dukungan kepada mahasiswa yang mengalami kendala serta mengembangkan keterampilan interpersonal untuk dunia akademik dan profesional.

Pesan untuk Calon Asisten Dosen

Sebagai mahasiswa yang terlibat aktif dalam bidang akademik peternakan, Ami memiliki pandangan kritis terhadap perkembangan industri ini di Indonesia.

Ia berpendapat bahwa sektor peternakan nasional masih menghadapi beragam tantangan, terutama dalam hal ukuran usaha.

Sebagian besar peternak di Indonesia masih beroperasi dalam skala kecil, terutama di sektor hewan ruminansia seperti sapi, kambing dan domba.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam usaha mencapai kemandirian daging dan susu.

Selain itu, penerapan teknologi dalam sektor peternakan juga masih menghadapi banyak hambatan.

Walaupun teknologi modern dapat meningkatkan efisiensi serta produktivitas, peternak skala kecil sering kali mengalami keterbatasan dalam akses dan penerapannya.

Ami berpendapat bahwa pengabdian kepada masyarakat dan penelitian lebih lanjut sangat penting untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di Indonesia, terutama bagi peternak kecil agar mereka dapat tumbuh dan bersaing dalam industri yang lebih besar.

Bagi mahasiswa yang berniat menjadi asisten dosen, Ami menyampaikan bahwa posisi ini bukan cuma pekerjaan tambahan tetapi merupakan peluang luar biasa untuk berkembang.

"Banyak teman-teman saya yang menyatakan bahwa menjadi asisten dosen adalah langkah awal menuju dunia kerja dan saya percaya itu benar. Namun, yang terpenting adalah jangan menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama karena tujuan pokok dari peran ini adalah untuk belajar dan berkembang," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya tergantung pada perencanaan yang dilakukan, melainkan juga pada upaya nyata untuk mewujudkannya.

"Membahas rencana itu mudah, namun yang lebih krusial adalah bagaimana kita membuktikan serta merealisasikannya dalam tindakan," kata Ami.

Dengan komitmen dan semangat yang menggebu, Ami terus tumbuh sebagai akademisi muda yang berkontribusi di bidang pendidikan dan peternakan.

Ia menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya yang ingin meningkatkan diri, baik di aspek akademis maupun dalam karier profesional di masa mendatang.

Philia Witri Lismana
(Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK