Hari Bebas Kantong Plastik Internasional: Saatnya Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan

AKURAT.CO Setiap 3 Juli, dunia memperingati International Plastic Bag Free Day atau Hari Bebas Kantong Plastik Internasional. Tujuannya untuk mengingatkan dampak buruk kantong plastik sekali pakai terhadap lingkungan.
Kantong plastik memang praktis, namun limbahnya bisa mencemari lingkungan selama ratusan tahun. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), lebih dari 500 miliar kantong plastik digunakan setiap tahun di seluruh dunia.
Sayangnya, sebagian besar kantong plastik tidak didaur ulang. Limbah ini akhirnya mencemari laut, sungai dan tanah.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (3/7/2025), kantong plastik termasuk penyumbang utama sampah laut. Sampah ini membahayakan biota seperti penyu dan ikan yang kerap mengira plastik sebagai makanan.
Inovasi Teknologi sebagai Solusi
Untuk mengatasi permasalahan ini, berbagai negara dan perusahaan mulai mengandalkan inovasi teknologi ramah lingkungan. Upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak plastik sekali pakai terhadap lingkungan.
Salah satu solusinya adalah kantong berbahan dasar pati singkong, jagung, atau tebu yang mudah terurai secara alami. Teknologi ini mulai diterapkan di beberapa negara seperti India dan Thailand.
Sementara itu, teknologi bioplastik kian diminati karena lebih ramah lingkungan. Menurut BBC Future, bioplastik dari alga, limbah makanan, atau pati tanaman kini banyak dikembangkan oleh perusahaan rintisan.
Beberapa inovator menciptakan kemasan edible (dapat dimakan), seperti yang dikembangkan startup dari Indonesia dan AS. Selain mengurangi limbah, produk ini juga menawarkan alternatif yang lebih sehat dan fungsional.
Digitalisasi Gaya Hidup Minim Sampah
Teknologi digital turut mendukung gaya hidup bebas plastik. Aplikasi belanja ramah lingkungan kini membuat konsumen dapat memilih produk tanpa kemasan plastik.
Di Amerika Serikat, layanan seperti Loop menggandeng brand besar untuk menghadirkan produk dalam wadah yang dapat dipakai ulang. Konsep ini mendukung pengurangan sampah plastik, sebagaimana dikutip dari CNN Business.
Selain itu, toko swalayan di Indonesia mulai menerapkan sistem 'belanja tanpa kemasan' berbasis aplikasi digital. Konsumen cukup membawa wadah sendiri dan menggunakan barcode pintar untuk menimbang dan membayar tanpa kantong plastik.
Aksi Bersama untuk Masa Depan Lebih Bersih
Peringatan Hari Bebas Kantong Plastik bukan sekadar simbol, tapi ajakan nyata untuk aksi bersama. Pemerintah, industri dan masyarakat didorong mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan dan ekonomi sirkular.
Indonesia telah memulai langkah positif dengan membatasi kantong plastik di pusat perbelanjaan dan mendorong inovasi produk alternatif. Namun, langkah ini perlu didukung fasilitas daur ulang dan edukasi masyarakat yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



