AKURAT.CO Dalam dunia politik, ideologi atau paham yang dianut individu maupun kelompok sering dibagi menjadi ideologi kanan dan ideologi kiri. Istilah ini berasal dari Perancis, di mana ideologi kiri awalnya dikenal sebagai partai gerakan, sedangkan ideologi kanan berperan sebagai partai keteraturan.
Bagi mereka yang berada di posisi tengah, paham politik ini disebut sentrisme atau moderat, menjadi pilihan bagi yang ingin keseimbangan antara perubahan dan stabilitas.
Baca Juga: Apa Arti Anarkisme Sebenarnya? Ternyata Berhubungan dengan Filsafat dan Ideologi Politik
Ideologi Kiri
Ideologi kiri merupakan istilah politik yang merujuk pada kelompok yang mendukung kesetaraan sosial dan kontrol masyarakat atau negara atas lembaga-lembaga politik serta ekonomi utama. Kelompok ini melihat ideologi sayap kanan sebagai terlalu kaku dan tradisional, sehingga sulit beradaptasi di era globalisasi.
Sayap kiri umumnya menentang kepentingan elit tradisional, termasuk kalangan kaya dan aristokrasi, sekaligus mendukung kepentingan kelas pekerja atau proletariat.
Kelompok ideologi kiri mencakup penganut berbagai ideologi seperti anarkisme, komunisme, sosialisme, sosialisme demokratis, progresivisme, liberalisme sosial, serta anggota serikat buruh.
Beberapa ciri khas kelompok ideologi kiri antara lain:
- Progresivisme Sosial: Mendukung perubahan sosial dan moral, memperjuangkan hak individu, termasuk hak LGBT, perempuan, dan kelompok minoritas.
- Keadilan Sosial: Menekankan kesetaraan dan keadilan, mendukung redistribusi kekayaan, perlindungan sosial, dan peran negara dalam ekonomi untuk mengurangi kesenjangan.
- Internasionalisme: Mengutamakan kerja sama global dan solidaritas, mendukung hak asasi manusia, kerjasama internasional, serta menentang imperialisme atau kolonialisme.
Baca Juga: Urgensi Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Gejolak Konflik Antarnegara
Contoh Ideologi Kiri di Indonesia
Contoh ideologi kiri di Indonesia meliputi pemikiran yang menekankan kesetaraan dan perubahan sosial, seperti sosialisme demokratis dan demokrasi sosial, serta gagasan tokoh seperti Tan Malaka yang memperjuangkan 'kemerdekaan penuh' bagi rakyat. Meskipun partai kiri ekstrem seperti komunis dan anarkis pernah muncul, politik kiri saat ini lebih banyak diwakili oleh partai spektrum kiri-tengah atau progresif, seperti PDI Perjuangan, serta melalui gerakan masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








