Cara Ular Berkembang Biak: Bertelur, Melahirkan, atau Keduanya?

AKURAT.CO Ular adalah salah satu reptil paling unik di dunia. Tubuhnya panjang, tak berkaki, dan bergerak melata hanya dengan mengandalkan otot-otot tubuhnya.
Sifatnya yang kerap bersembunyi membuat banyak orang penasaran, sebenarnya ular berkembang biak dengan cara apa?
Ternyata, jawaban ini tak sesederhana yang dibayangkan. Ular punya tiga cara berkembang biak, tergantung pada jenis dan lingkungannya.
1. Ovipar (Bertelur)
Sekitar 70% spesies ular berkembang biak dengan cara bertelur.
Induk ular akan meletakkan telurnya di tempat hangat dan aman, lalu membiarkannya berkembang hingga menetas.
Contoh ular ovipar: kobra, piton, dan ular tikus.
2. Vivipar (Melahirkan)
Tak semua ular bertelur. Beberapa jenis justru melahirkan anaknya langsung, seperti green anaconda dan ular garter.
Saat proses melahirkan, induk ular mengeluarkan plasenta yang berisi anak-anak ular, kemudian anak tersebut merobek plasenta begitu keluar dari tubuh induknya.
3. Ovovivipar (Gabungan Bertelur dan Melahirkan)
Jenis reproduksi ini adalah kombinasi keduanya. Telur tetap terbentuk di dalam tubuh induk, namun menetas sebelum dikeluarkan.
Hasilnya, ular betina melahirkan anak yang sudah hidup.
Contoh ular ovovivipar: ular kadut dan boa constrictor.
Kenapa Ular Bisa Berbeda Cara Berkembang Biak?
Perbedaan cara reproduksi ular ternyata erat kaitannya dengan lingkungan tempat tinggal mereka:
-
Ular ovipar hidup di wilayah tropis atau subtropis yang hangat. Suhu stabil membuat telur aman berkembang di luar tubuh induk.
-
Ular vivipar biasanya tinggal di daerah dingin. Suhu rendah tak cocok untuk pengeraman telur, sehingga anak lebih aman tumbuh di dalam perut induk.
-
Ular ovovivipar beradaptasi di lingkungan keras, kering, atau tidak stabil. Dengan cara ini, induk bisa memastikan anaknya menetas dalam kondisi lebih aman.
Dengan strategi reproduksi yang beragam, ular mampu bertahan di berbagai kondisi alam.
Entah dengan cara bertelur, melahirkan, atau kombinasi keduanya, semua itu adalah bentuk adaptasi cerdas agar generasi baru bisa lahir dengan selamat.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








