Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Oksidasi dan Reduksi? Penjelasan Sederhana tentang Reaksi Redoks

Eko Krisyanto | 22 September 2025, 19:47 WIB
Apa Itu Oksidasi dan Reduksi? Penjelasan Sederhana tentang Reaksi Redoks

AKURAT.CO Dalam ilmu kimia, kita sering mendengar tentang istilah oksidasi dan reduksi, terutama dalam konteks reaksi kimia yang melibatkan pertukaran elektron. Meskipun kedua proses ini sangat penting, banyak orang merasa bingung tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan oksidasi dan reduksi, serta bagaimana keduanya berhubungan satu sama lain.

Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana mengenai oksidasi dan reduksi, serta memberikan gambaran tentang bagaimana reaksi redoks bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Makeup Mengalami Oksidasi? Penyebab Dan Tips Mengatasinya

Apa itu Oksidasi?

Oksidasi adalah proses di mana suatu zat kehilangan elektron.
Saat zat tersebut kehilangan elektron, maka bilangan oksidasinya meningkat.

Bilangan oksidasi menunjukkan jumlah elektron yang dimiliki oleh suatu atom. Secara umum, oksidasi juga sering dikatakan sebagai proses di mana suatu zat menyerap oksigen. Namun, dalam kimia modern, oksidasi lebih sering dilihat sebagai kehilangan elektron

Contoh Oksidasi: Pada proses pembakaran, karbon dalam bahan bakar teroksidasi menjadi
karbon dioksida (CO₂). Sebagai contoh, dalam reaksi pembakaran berikut:

C + O2 →CO2

Karbon (C) yang awalnya memiliki bilangan oksidasi 0, teroksidasi menjadi karbon dioksida
(CO₂) dengan bilangan oksidasi +4. Ini terjadi karena karbon kehilangan elektron yang akan
diterima oleh oksigen.

Apa Itu Reduksi?

Sebaliknya, reduksi adalah proses di mana suatu zat menerima elektron. Saat zat menerima elektron, jumlah bilangan oksidasinya akan berkurang. Dalam arti yang lebih sederhana, reduksi juga bisa diartikan sebagai pelepasan oksigen dari suatu zat.

Contoh Reduksi:
Dalam reaksi pengurangan logam tembaga, ion tembaga (Cu²⁺) menerima elektron untuk
menjadi tembaga logam (Cu):

Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu

Di sini, ion tembaga (Cu²⁺) yang memiliki bilangan oksidasi +2, tereduksi menjadi tembaga
logam (Cu) dengan bilangan oksidasi 0 karena ion tembaga menerima dua elektron.

Baca Juga: Contoh Soal TKA Kimia SMA SMK 2025 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Konsep Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi adalah bilangan yang menunjukkan muatan formal suatu atom dalam senyawa,
jika semua elektron ikatan dianggap dimiliki sepenuhnya oleh atom yang lebih elektronegatif.
Konsep ini membantu menentukan apakah suatu reaksi melibatkan oksidasi dan reduksi.

Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi

- Bilangan oksidasi unsur bebas adalah nol(misalnya C, O2
- Bilangan oksidasi ion sederhana sama dengan muatannya (misalnya Cu2+
- Bilangan oksidasi oksigen dalam senyawa umumnya -2 (kecuali dalam peroksida)
- Bilangan oksidasi hidrogen umumnya +1 (kecuali dalam hidrida logam)
- Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa netral adalah nol
- Jumlah bilangan oksidasi dalam ion poliatomik sama dengan muatan ion


Jenis-Jenis Reaksi Redoks

1. Reaksi Kombinasi (Sintesis)

Dua zat atau lebih bergabung menjadi satu produk. Contoh:
2H₂ + O₂ → 2H₂O

Dalam reaksi ini, hidrogen mengalami oksidasi (dari 0 menjadi +1) dan oksigen
mengalami reduksi (dari 0 menjadi -2).

2. Reaksi Dekomposisi

Reaksi dimana satu senyawa terurai menjadi dua atau lebih produk sederhana. Contohnya
adalah dekomposisi hidrogen peroksida:

2H₂O₂ → 2H₂O + O₂

3. Reaksi Substitusi Tunggal

Reaksi dimana satu unsur menggantikan unsur lain dalam senyawa. Contohnya:

Zn + CuSO₄ → ZnSO₄ + Cu
Seng mengalami oksidasi (dari 0 menjadi +2) dan tembaga mengalami reduksi (dari +2
menjadi 0).

4. Reaksi Pembakaran

Reaksi antara suatu zat dengan oksigen yang menghasilkan energi. Contohnya
pembakaran metana:
CH₄ + 2O₂ → CO₂ + 2H₂O

 

Agen Oksidator dan Reduktor

Agen Oksidator (Oxidizing Agent)

Agen oksidator adalah zat yang menyebabkan oksidasi pada zat lain dengan menerima elektron.
Dalam prosesnya, agen oksidator sendiri mengalami reduksi. Contoh :
- Oksigen (O₂)
- Klor (Cl₂)
- Kalium permanganat (KMnO₄)
- Hidrogen peroksida (H₂O₂)
- Asam nitrat (HNO₃)

Agen Reduktor (Reducing Agent)

Agen reduktor adalah zat yang menyebabkan reduksi pada zat lain dengan memberikan elektron.

Dalam prosesnya, agen reduktor mengalami oksidasi. Contoh agen reduktor meliputi:

(H₂)

Logam seperti seng, besi, dan aluminium.

Aplikasi Oksidasi dan Reduksi dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Metabolisme Tubuh

Proses respirasi seluler adalah contoh sempurna reaksi redoks dalam tubuh. Glukosa
dioksidasi oleh oksigen untuk menghasilkan energi.

2. Industri Metalurgi

Ekstraksi logam dari bijihnya melibatkan reaksi reduksi. Misalnya, dalam pembuatan besi
dari bijih besi (Fe₂O₃)

3. Baterai dan Sel Elektrokimia

Baterai bekerja berdasarkan reaksi redoks. Oksidasi (pelepasan elektron) terjadi di anoda
dan reduksi (penerimaan elektron) terjadi di katoda.

4. Pengolahan Air

Klorinasi menggunakan klor sebagai agen oksidator untuk membunuh bakteri.

5. Korosi

Korosi logam, seperti karat pada besi, adalah contoh oksidasi yang merugikan.

Oksidasi dan reduksi adalah dua proses kimia yang sangat penting dan saling berkaitan. Kedua proses ini berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai bidang teknologi, seperti metabolisme tubuh hingga cara baterai menghasilkan energi.

Memahami konsep dasar oksidasi dan reduksi memungkinkan kita untuk lebih mengerti berbagai fenomena kimia yang terjadi di sekitar kita. Proses redoks tidak hanya penting dalam kimia, tetapi juga dalam biologi, teknologi, dan lingkungan.

Dengan memahami reaksi redoks, kita dapat melihat bagaimana oksidasi dan reduksi
memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari energi, bahan kimia, hingga kesehatan
tubuh.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R