Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Dapur dengan Mudah

AKURAT.CO Pengelolaan sampah rumah tangga kini semakin penting untuk mengurangi timbunan limbah yang berakhir di TPA.
Salah satu cara yang sederhana sekaligus bermanfaat adalah memanfaatkan sampah dapur untuk dijadikan pupuk organik.
Selain ramah lingkungan, pupuk organik juga mampu menyuburkan tanaman tanpa efek samping bahan kimia.
Dengan mempraktekkan langkah ini, masyarakat bisa ikut berperan dalam gerakan ekonomi sirkular yang kini mulai digencarkan pemerintah.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan dan Manfaat Pupuk Organik dan Pupuk Kimia
Manfaat Pupuk Organik dari Sampah Dapur
Pupuk organik mampu meningkatkan kesuburan tanah karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Selain itu, penggunaannya juga membantu menjaga ekosistem tanah tetap sehat.
Limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, maupun ampas kopi bisa diolah dengan metode sederhana untuk menghasilkan kompos yang berguna bagi tanaman di pekarangan rumah.
Bahkan, pemakaian pupuk organik secara rutin dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.
Langkah-Langkah Membuat Pupuk Organik
Untuk membuat pupuk organik, siapkan wadah tertutup atau ember komposter. Masukkan sampah dapur organik seperti kulit buah, sisa sayuran, dan daun kering.
Tambahkan tanah atau sedikit kompos lama untuk mempercepat proses pembusukan. Proses ini biasanya memakan waktu 2–4 minggu hingga sampah berubah menjadi kompos berwarna gelap dan berbau tanah.
Pastikan wadah tetap lembab, tetapi tidak terlalu basah, agar proses fermentasi berjalan optimal.
Sesekali, aduk kompos agar sirkulasi udara tetap baik dan mikroorganisme bisa bekerja lebih cepat.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Pupuk Subsidi, Petani Didorong Gunakan Pupuk Organik
Hasil dan Pemanfaatan
Setelah matang, pupuk organik dari sampah dapur bisa langsung digunakan untuk menyuburkan tanaman hias maupun sayuran. Kompos ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah rumah tangga.
Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat bisa berkontribusi pada lingkungan sekaligus memperoleh manfaat nyata bagi tanaman di rumah.
Jika diterapkan secara konsisten, cara ini mampu menjadi solusi sederhana untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







