Akurat
Pemprov Sumsel

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 57 Terbaru Tentang Cara Mendapatkan Informasi

Kosim Rahman | 8 Oktober 2025, 19:00 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 57 Terbaru Tentang Cara Mendapatkan Informasi

AKURAT.CO Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 57 pada buku Kurikulum Merdeka membahas materi Bab II Kegiatan 13 yang berfokus pada kemampuan Mendapatkan Informasi dari Video atau Teks yang Dibacakan.

Dalam bagian ini, siswa diminta menjawab sejumlah pertanyaan berdasarkan isi teks atau video yang telah disimak dengan cermat.

Salah satu contoh soalnya adalah, “Apa langkah-langkah inovasi yang dilakukan sukarelawan taman bacaan tersebut?”

Berikut pembahasan dan kunci jawaban lengkap Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 57 Kurikulum Merdeka yang dapat membantu kamu memahami materi dengan lebih baik.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 57

Simaklah video mengenai pendirian taman bacaan masyarakat. Kalian dapat mencarinya melalui internet dengan kata kunci berikut.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 63 Kegiatan 2: Membandingkan Hikayat dan Cerpen

prosedur mendirikan taman baca/langkah menjadi sukarelawan taman baca

Jika kalian tidak dapat mengakses internet, guru akan membacakan sebuah teks tentang orang-orang yang berjasa membangun taman bacaan di daerah-daerah yang rawan kebiasaan baca.

Contoh teks yang dibacakan guru:

Senam Literasi, Tradisi Taman Bacaan Lentera Pustaka
29 Mei 2019

Tiap Tamu Ikut Senam Literasi, Tradisi Taman Bacaan Lentera Pustaka.

Bila ada taman bacaan di Indonesia yang selalu mengajak "tamu yang berkunjung" ikut senam literasi, itu hanya ada di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Tiap tamu pasti ikut bergoyang dan bersenam ria yang dipandu anak-anak pembaca aktif di taman bacaan yang terletak di Kampung Warung Loa, Desa Sukaluyu Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, di kaki Gunung Salak.

Baca Juga: Terbaru! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 45, Kegiatan Vlog Bike Sharing Jakarta

Senam literasi selalu diperagakan sekitar 60 anak-anak pembaca aktif di TBM Lentera Pustaka sebelum memulai aktivitas membaca. Tujuannya, agar lebih semangat dalam membaca. Maklum, anak-anak kampung usia sekolah di wilayah ini sebelumnya "jauh dari akses buku bacaan" sehingga dibutuhkan cara yang beda untuk membangun motivasi membaca pada diri mereka.

Dengan gerakan senam yang dirancang anak-anak taman bacaan, setiap tamu ikut bergerak dan senam selama satu lagu "Maumere" yang sudah menjadi tradisi di Taman Bacaan Lentera Pustaka.

"Senam literasi sudah menjadi tradisi di TBM Lentera Pustaka. Sebelum memulai jam baca, mereka senam dulu. Agar lebih semangat dalam meningkatkan tradisi baca dan budaya literasi, tiap tamu yang datang pun harus ikut bersenam," ujar Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka.

Selain senam literasi, Taman Bacaan Lentera Pustaka yang dikenal unik dan kreatif ini juga mempunyai tradisi lain, seperti salam literasi, doa literasi, membaca bersuara, dan event bulanan yang selalu digelar setiap bulan sambil menikmati jajanan kampung gratis.

Bahkan lebih dari itu, anak-anak TBM Lentera Pustaka pun selalu diajarkan adab saat membaca untuk 1) mengucap salam, 2) mencium tangan, 3) berdoa, dan 4) budaya antre.

Senam literasi TBM Lentera Pustaka juga dimaksudkan untuk "mengusir" rasa bosan dan malas anak-anak di saat membaca. Maklum, anak-anak TBM Lentera Pustaka sebelumnya sama sekali tidak dekat dengan buku. Karena memang tidak ada TBM di wilayah ini sebelumnya.

Memang tidak mudah, tapi berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya hingga kini tradisi "Senam Literasi" di TBM Lentera Pustaka selalu terselenggara dan mampu memacu semangat baca anak-anak.

"Selain membangun tradisi baca dan budaya literasi, TBM Lentera Pustaka juga mengajarkan senam literasi dan salam literasi sebagai nilai-nilai yang melekat di anak-anak di samping menanamkan peradaban baik yang harus ada dalam perilaku anak-anak, seperti mengucap salam dan mencium tangan," tambah Syarifudin Yunus yang juga dosen Unindra dan mahasiswa S-3 Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak.

Pengalaman senam literasi ini pula yang dirasakan sekitar 16 orang profesional dari Tim EB Dream Catcher yang melakukan "Goes to Charity" pada Jumat, 24 Mei 2019 sore.

Sebagai tamu, mereka ikut bergerak dan senam bersama anak-anak pembaca aktif di Taman Bacaan Lentera Pustaka. Karena dengan senam literasi, ada makna pentingnya menjaga semangat dalam hidup sambil bergerak agar lebih dinamis.

Memang tidak mudah menegakkan tradisi baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak. Karena itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengelola taman bacaan seperti yang dilakukan TBM Lentera Pustaka.

Bila Anda penasaran, berkunjunglah ke TBM Lentera Pustaka pada saat jam baca di hari Rabu dan Jumat atau saat laboratorium baca di hari Minggu. Maka senam literasi pun akan menyambut kehadiran Anda.

Jadilah bagian untuk terus mengampanyekan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak kita, dengan bersenam literasi di Taman Bacaan Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.

Mari kita selamatkan masa depan anak-anak melalui buku bacaan, bukan melalui smartphone. Jangan biarkan teknologi digital dan gaya hidup mengalahkan tradisi baca anak-anak. Inilah saatnya kita turun tangan dan terjun langsung membangun budaya membaca anak-anak.

Agar mereka dapat mengenal dirinya sendiri dan siap menyongsong masa depan yang penuh tantangan ....

(http://donasibuku.kemdikbud.go.id/)

Informasi lebih lanjut tentang taman bacaan masyarakat dapat diperoleh melalui laman Kemdikbud, Donasi Buku Daring - Kemdikbud Republik Indonesia.

Setelah menyimak video tersebut, jawablah pertanyaan berikut di buku tulis kalian.

1. Di mana lokasi taman bacaan yang dimaksud dalam video atau teks yang dibacakan?

Jawaban: Taman bacaan tersebut berlokasi di Kampung Warung Loa, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

2. Apa langkah-langkah inovasi yang dilakukan sukarelawan taman bacaan tersebut?

Jawaban: Senam literasi dan laboratorium baca.

3. Apa yang membuat dia melakukannya?

Jawaban: Dia ingin meningkatkan minat baca masyarakat terutama anak-anak.

4. Berdasarkan informasi yang kalian peroleh, mengapa dia memilih taman bacaan sebagai cara berperan di lingkungan tersebut?

Jawaban: Dengan meningkatkan minat baca, dia berharap anak-anak mengenal dirinya dan menyambut masa depan yang lebih cerah.

5. Seandainya kalian diberi kesempatan untuk berperan di daerah tersebut, tindakan apa yang akan kalian lakukan?

Jawaban: Saya akan mengajari anak-anak membaca dan menulis agar kelak mereka menjadi sukarelawan juga bagi adik-adik mereka.

6. Sebutkan informasi yang benar-benar baru yang kalian peroleh dari video atau teks yang dibacakan itu.

Jawaban: Menurut saya inovasi senam literasi tersebut unik dan merupakan hal baru.

*Disclaimer:

Kunci jawaban dalam artikel ini hanya digunakan sebagai bahan rujukan ketika mengerjakan soal. Siswa tetap diharapkan mengerjakan soal ini secara mandiri terlebih dahulu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.