SMK RUS Kudus Cetak Talenta Animasi Berkelas Dunia, Karya Siswa Tembus Festival Internasional

AKURAT.CO Teknologi multimedia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong kuat sektor seni serta ekonomi kreatif di Indonesia.
Perkembangan ini menjadi magnet bagi generasi muda, termasuk para pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai pencetak talenta unggul di bidang animasi dan multimedia kreatif.
Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah, mengungkapkan banyak karya siswa yang telah menembus pasar internasional.
Melalui Teaching Factory atau industri animasi sekolah, RUS Animation Studio, para siswa mengerjakan beragam proyek profesional, termasuk pesanan untuk animasi terkenal seperti BoBoiBoy, Pororo, Cocomelon, dan lainnya.
Salah satu karya siswa berupa film tugas akhir berjudul "Jelangkung Golek Wangsulan" bahkan berhasil lolos proses kurasi dan diputar di sejumlah festival film internasional di Spanyol, Inggris, Singapura, dan Amerika Serikat pada 2024.
“Tugas akhir itu semua development dilakukan oleh siswa secara berkelompok. Mereka membuat film cerita dengan durasi tertentu, lalu melewati proses quality control dari guru dan industri,” jelas Rico saat menerima kunjungan di SMK RUS Kudus, Rabu (19/11/2025).
Selain menerima proyek dengan materi dari klien, SMK RUS juga menciptakan karya orisinal yang dapat ditawarkan kepada perusahaan, termasuk pembuatan karakter untuk maskot serta lisensi animasi. Prosesnya dikerjakan oleh siswa magang semester empat dan lima.
Baca Juga: Habiburokhman Bantah Isu Restorative Justice di KUHAP Baru Jadi Alat Pemerasan
Rico menambahkan, SMK RUS merupakan sekolah binaan Djarum Foundation yang dikenal luas sebagai sekolah animasi, berkat deretan prestasi siswa di tingkat nasional maupun internasional.
Suasana belajar dibuat nyaman, imajinatif, serta didampingi supervisor dan tenaga profesional setiap hari.
“Kami memiliki 1.200 murid dengan lima konsentrasi keahlian. Seleksinya ketat, sesuai kompetensi dan minat bakat siswa,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan SMK RUS mampu bersaing di industri kreatif baik di tingkat nasional maupun global.
“Kami selalu update dengan kebutuhan industri. Kami ingin lulusan kami bisa langsung bekerja di era apa pun,” tegas Rico.
Sementara itu, Divni, salah satu siswa berusia 14 tahun dari jurusan PPLG, mengaku bangga bisa bersekolah di SMK RUS karena sesuai dengan bakat dan minatnya di bidang gim dan perangkat lunak.
“Saya suka koding. Belajar software untuk membuat aplikasi, game, webchat, dan lainnya,” tuturnya.
Divni pun bercita-cita menciptakan gim buatannya sendiri yang dapat dimainkan masyarakat di seluruh dunia.
“Saya ingin membuat game yang bisa dimainkan banyak orang,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Pacu Konektivitas Nasional: Lima Infrastruktur Baru Diluncurkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






