Akurat
Pemprov Sumsel

Essay atau LoA LPDP Dulu? Ini Urutan yang Paling Tepat

Redaksi Akurat | 5 Maret 2026, 16:58 WIB
Essay atau LoA LPDP Dulu? Ini Urutan yang Paling Tepat
LPDP

AKURAT.CO Banyak calon pendaftar bertanya, essay atau LoA LPDP dulu yang harus disiapkan?

Keduanya sama-sama penting dalam proses seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun, menentukan urutan yang tepat bisa membuat persiapan lebih terarah dan peluang lolos semakin besar.

Sebagian orang memilih mengejar Letter of Acceptance (LoA) terlebih dahulu, sementara lainnya fokus menyusun esai.

Lalu, strategi mana yang sebenarnya lebih efektif? Artikel ini akan membahas urutan yang paling tepat beserta alasannya.

Baca Juga: Apakah Usia di Atas 30 Tahun Masih Bisa Mendaftar LPDP? Berikut Ketentuan Lengkapnya

Apa Itu Essay dan LoA dalam Seleksi LPDP?

Sebelum menentukan urutan, pahami terlebih dahulu fungsinya.

Essay LPDP merupakan dokumen utama yang menjelaskan motivasi melanjutkan studi, rencana studi yang akan diambil, serta rencana kontribusi untuk Indonesia.

Sementara itu, LoA (Letter of Acceptance) adalah surat penerimaan resmi dari kampus tujuan yang dapat bersifat unconditional (tanpa syarat) maupun conditional (masih memiliki syarat tertentu, seperti kemampuan bahasa).

Idealnya Mana Dulu: Essay atau LoA?

Jawaban strategisnya adalah membuat kerangka essay terlebih dahulu, lalu mengejar LoA.

Alasannya, esai membantu memetakan tujuan studi secara jelas, menentukan jurusan dan kampus yang relevan, serta menyusun rencana kontribusi yang realistis.

Dengan arah yang sudah terstruktur dalam esai, pemilihan program studi menjadi lebih terukur dan selaras dengan visi jangka panjang.

Sebaliknya, tanpa konsep yang matang di esai, ada risiko salah memilih kampus atau program yang kurang mendukung rencana kontribusi dalam seleksi LPDP.

Kenapa Tidak Langsung Kejar LoA?

Langsung mengejar LoA tanpa konsep esai matang bisa berisiko dalam seleksi LPDP, karena:

  1. Program studi tidak relevan dengan rencana kontribusi yang dijanjikan

  2. Narasi esai dan pilihan kampus tidak sinkron

  3. Reviewer mempertanyakan konsistensi arah studi

  4. Sulit menjawab pertanyaan panelis saat wawancara substansi

Dalam seleksi LPDP, konsistensi sangat diperhatikan.

Panelis melakukan cross-check antara formulir, esai, LoA, hingga jawaban wawancara.

Jika arah studi dan kontribusi tidak selaras, hal ini bisa berdampak pada penilaian akhir.

Kapan Sebaiknya LoA Didahulukan?

Meski idealnya menyusun kerangka esai terlebih dahulu, LoA bisa diprioritaskan dalam kondisi strategis berikut:

  • Deadline kampus lebih cepat daripada pendaftaran LPDP

  • Program studi sangat kompetitif, terutama di kampus unggulan

  • Sudah sangat yakin dengan jurusan dan topik riset yang akan diambil

Menargetkan LoA Unconditional untuk strategi seleksi, karena memungkinkan pendaftar langsung ke tahap substansi tanpa Tes Bakat Skolastik.

Secara umum, sebaiknya susun kerangka esai terlebih dahulu agar arah studi dan kontribusi jelas, lalu kejar LoA yang relevan.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti deadline kampus lebih cepat atau menargetkan LoA Unconditional, mendahulukan LoA juga bisa menjadi strategi.

Dalam seleksi LPDP, yang paling penting bukan urutannya, melainkan konsistensi antara esai, pilihan program studi, dan rencana kontribusi.

Vidhia Ramadhanti (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R