Pameran Sastra 60 Tahun Horison Digelar di TIM, Angkat Ingatan Kolektif dan Dinamika Sastra Indonesia

AKURAT.CO Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin menggelar pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison”.
Pameran ini berlangsung di Galeri PDS H.B. Jassin, Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, mulai hari ini hingga besok.
Pameran terbuka untuk publik sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap khazanah sastra Indonesia sekaligus memperingati enam dekade perjalanan Majalah Horison sebagai salah satu tonggak penting sastra modern Indonesia.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin dengan melibatkan tim kurator yang dipimpin Esha Tegar Putra.
Melalui pameran ini, pengunjung diajak memahami peran Horison dalam membentuk lanskap sastra Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya arsip, kurasi, dan ingatan dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi publik dalam merawat memori kolektif bangsa.
“Enam puluh tahun perjalanan Horison mencerminkan sejarah pemikiran, pergulatan estetik, dan jejak intelektual yang membentuk wajah sastra Indonesia. Ini juga menekankan pentingnya dokumentasi, pengembangan penulis baru, dan perluasan akses masyarakat terhadap sastra,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: KPK Serahkan Aset Rampasan Rp20,2 Miliar ke Kejagung, Perkuat Pemulihan Kerugian Negara
Mengusung tema “Yang Terbit, Yang Tenggelam”, pameran ini menyoroti bahwa sejarah sastra tidak hanya berisi karya-karya yang bertahan dalam kanon, tetapi juga berbagai kemungkinan yang tidak sempat muncul ke permukaan.
Dalam proses kurasi, tim menelaah sekitar 360 edisi Horison dari koleksi PDS H.B. Jassin. Dari jumlah tersebut, dipilih karya cerpen dan puisi yang merepresentasikan semangat estetik majalah ini.
Selain itu, lebih dari 30 ilustrasi dari periode 1966–1990 turut ditampilkan untuk menunjukkan perkembangan visual serta dialog antara teks dan gambar.
Untuk memperkaya konteks, pameran juga memanfaatkan arsip foto dari Dewan Kesenian Jakarta, mengingat eratnya hubungan antara ekosistem kesenian di TIM dengan para tokoh di balik Horison.
Berbeda dari pendekatan sejarah yang linear, pameran ini mengusung metode kuratorial fragmentaris.
Pengunjung diajak melihat potongan peristiwa, gagasan, serta dinamika redaksional sejak Horison pertama kali terbit pada 1966.
Pameran dibagi ke dalam sejumlah zona tematik, mulai dari lini masa perjalanan majalah, dokumentasi dewan redaksi lintas generasi, konteks Angkatan ’66 dan peran H.B. Jassin, hingga eksplorasi visual melalui ilustrasi dan desain sampul.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati arsip audio berupa rekaman pembacaan puisi oleh para penyair.
Keseluruhan pengalaman dirancang agar informatif sekaligus imersif dan reflektif terhadap perjalanan sastra Indonesia.
Dalam pidato kuncinya, Jamal D. Rahman menyebut pameran ini sebagai ruang kejujuran sejarah.
Ia menekankan, di balik karya yang terbit, terdapat banyak naskah dan gagasan yang tidak pernah dipublikasikan.
Baca Juga: KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
“Pengakuan terhadap hal tersebut merupakan bagian dari integritas kebudayaan,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga martabat bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pameran ini, Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin tidak hanya menghadirkan arsip sebagai objek, tetapi juga sebagai medium dialog lintas generasi.
Pameran ini diharapkan mampu membangkitkan semangat berkarya, memperkuat literasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bahasa dan kebudayaan di tengah perubahan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cara Daftar PHTC 2026: Syarat Lengkap, Link Resmi, dan Tips Lolos Seleksi
- 2Sejumlah ilmuwan AS yang Terlibat Pengembangan Penangkal Nuklir dan Teknologi Antariksa Hilang Misterius
- 3Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 4Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 5Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 6Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 7Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 8Bernie Sanders Kalah, Senat AS Tolak Dua Resolusi Blokir Penjualan Senjata ke Israel
- 9KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
- 10Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Sejarah Baru Ketahanan Pangan Indonesia




