Akurat Logo

Apakah Kesetaraan Gender Bertentangan dengan Nilai Budaya?

Redaksi Akurat | 10 Mei 2026, 13:32 WIB
Apakah Kesetaraan Gender Bertentangan dengan Nilai Budaya?
Kesetaraan Gender

AKURAT.CO Kesetaraan gender sering menjadi perdebatan, terutama ketika dikaitkan dengan nilai budaya yang sudah mengakar di masyarakat.

Banyak yang bertanya, apakah kesetaraan gender justru bertentangan dengan budaya, atau sebenarnya bisa berjalan seiring?

Baca Juga: Dampak Kesetaraan Gender terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kesetaraan gender adalah prinsip bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, nilai budaya merupakan norma, tradisi, dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam beberapa kasus, memang terdapat benturan.

Misalnya, budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pihak dominan bisa dianggap tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan.

Namun, ini bukan berarti kesetaraan gender menolak budaya secara keseluruhan.

Budaya bukan sesuatu yang kaku. Seiring waktu, budaya selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Banyak nilai budaya yang tetap bisa dipertahankan tanpa harus mengorbankan prinsip keadilan.

Kesetaraan gender justru dapat memperkuat budaya dengan menghilangkan praktik diskriminatif yang tidak lagi relevan.

Baca Juga: Mahasiswa Informasi dan Humas UNDIP Bersama Girl Up UNNES Kampanyekan Kesetaraan Gender Lewat GenLead di CFD Simpang Lima

Kesetaraan gender tidak harus bertentangan dengan nilai budaya.

Keduanya bisa berjalan beriringan jika budaya dipahami sebagai sesuatu yang dinamis.

Sonia Happytrie Setia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R