SMK Go Global Jadi Prioritas, Pemerintah Pastikan Tata Kelola dan Pengawasan Ketat

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, bertemu Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, untuk berkonsultasi terkait persiapan dan pendampingan pelaksanaan Program SMK Go Global.
Christina mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto itu berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
“Program SMK Go Global merupakan program direktif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja internasional,” kata Christina, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, konsultasi dengan BPKP penting untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan program, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan, berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan tata kelola di Kementerian P2MI, terutama terkait proses pengadaan, berjalan dengan baik dan sesuai aturan. Karena itu, kami juga meminta pendampingan dari BPKP agar program ini berjalan taat asas,” ujarnya.
Christina menegaskan, pendampingan BPKP diperlukan agar setiap tahapan Program SMK Go Global tetap berada dalam koridor regulasi dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran negara.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan on the right track dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: SANKOI Ungkap Rahasia Kombinasi Pakan agar Ikan Koi Cepat Besar dan Warnanya Maksimal
Ia menjelaskan, Program SMK Go Global merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia melalui pendidikan serta pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Menurut Christina, sinergi dengan BPKP akan memperkuat aspek tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.
“Kementerian P2MI berkomitmen menjalankan setiap program strategis pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta orientasi pada hasil yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







