Akurat Logo

Universitas Paramadina Matangkan Keterampilan Komunikasi Penerima Program SMK Go Global, Langsung Siap Kerja di Luar Negeri

Wahyu SK | 16 Juni 2026, 14:47 WIB
Universitas Paramadina Matangkan Keterampilan Komunikasi Penerima Program SMK Go Global, Langsung Siap Kerja di Luar Negeri
Universitas Paramadina bersama LPK ISO Japan menggelar kegiatan Penguatan Komunikasi Global dalam Program SMK Go Global. Foto: Universitas Paramadina

AKURAT.CO Sebanyak 50 calon pekerja migran antusias mengikuti kegiatan Penguatan Komunikasi Global dalam Program SMK Go Global di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan, Kota Depok, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina berkolaborasi dengan LPK ISO Japan, dan didukung PT Pupuk Indonesia Logistik, yang merupakan bagian dari proyek mata kuliah Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial.

SMK Go Global merupakan salah satu program yang tengah digencarkan pemerintah, sebagai salah satu cara untuk menghadirkan lulusan SMK yang berdaya saing dan menghadirkan kesempatan kerja berskala global.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti penguatan komunikasi global dengan cara berdiri sesuai dengan kebiasaan pembelajaran mereka di LPK ISO Japan. Pasalnya, ketika nanti bekerja di Negeri Sakura, para calon pekerja migran ini akan diuji ketahanan bekerja berjam-jam berdiri, terutama di sektor manufaktur.

Penguatan materi ini sesuai kebutuhan para calon pekerja migran di sana, yakni Public Speaking di Negeri Penempatan yang diisi oleh jurnalis Kompas TV, Valentina Sitorus, sesi kedua yaitu Branding Diri, Menjadi Wajah Indonesia di Luar Negeri dengan narasumber Anissa Nurul Rahma seorang edukator, dan sesi ketiga Bijak Bermedia Sosial di Jepang oleh Fifa Chazali dari Tirto.id.

Baca Juga: SMK Go Global Jadi Prioritas, Pemerintah Pastikan Tata Kelola dan Pengawasan Ketat

Salah satu peserta, Diah Revani (21), lulusan SMK di Indramayu, mengaku kegiatan ini sangat seru. Apalagi pada sesi kedua ada kegiatan hipnoterapi.

"Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal kami terima kasih untuk Universitas Paramadina," tuturnya.

Hal senada juga diutarakan Haikal (20), asal Palu, Sulawesi Tengah.

"Sangat seru dan kita di sini banyak ilmu dalam bermedia sosial. Public speaking diberikan tata cara bagaimana baiknya untuk bermedia sosial, diberitahu risikonya agar lebih berhati-hati agar lebih ke depan," ujarnya .

Sementara, ketua pelaksana acara ini, Andreas Wellman Marbun, berterima kasih atas partisipasi para peserta yang mengikuti kegiatan sejak pagi hari.

Baca Juga: Usai Penantian 13 Tahun, SMK HS Agung Temukan Industri Sesuai Jurusan TKJ di TBIG

Menurutnya, Jepang membangun kesuksesan tidak hanya dalam sehari maupun setahun. Kesuksesan dibangun sesuai dengan filosofi Kaizen yakni dari perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

"Kita memberikan materi ada soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia disebarkan ke teman-teman Indonesia, sehingga semua terinfluence bahwa kerja keras kedisplinan dan etika serta kesuksesan tidak dibangun sehari, tetapi dibangun dari hasil kerja keras," jelas Andreas.

"Teman-teman sudah bekerja keras dalam beberapa bulan kebelakangan ini sebentar lagi akan berangkat. Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga, bisa membahagiakan keluarga," tambahnya.

Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina, Dwi Purbaningrum, mengaku terkesan dengan model pembelajaran para lulusan SMK yang mengikuti pelatihan di ISO Japan.

"Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan, supaya mereka tidak gagal karena ada perbedaan kultur dalam kerja di luar negeri dan Indonesia dan bisa menempatkan diri," ujarnya.

Baca Juga: Cara Daftar Pelatihan Vokasi Kemnaker 2026 untuk Lulusan SMA dan SMK

Menurut Dwi, pemberdayaan sosial menjadi salah satu jalan yang bisa diadopsi oleh pemerintah, pemangku kepentingan, industri atau perusahaan untuk meningkatkan keahlian lulusan SMK, agar bisa diterima di pasar global.

Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan, Yadi Suryadi, menyambut baik kegiatan yang dilakukan para mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina.

Dia mengatakan, kolaborasi ini bisa terus berlanjut untuk membuka wawasan para siswa-siswi LPK ISO Japan.

"Kami sangat senang akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik," ujarnya.

Dengan adanya program SMK Go Global dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat lalu didukung Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina, adalah bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap penempatan pekerja migran khususnya yang bekerja di sektor formal.

Baca Juga: Dosen FEB Universitas Mercu Buana Bekali Siswa SMK YMIK Siap Masuk Dunia Kerja

"Saya berharap pemerintah selain melihat sektor informal, mendukung juga yang formal. Karena yang formal ini sasarannya kepada anak-anak muda yang ketika lulus sekolah sudah bisa bekerja bahkan di luar negeri dengan upskilling komunikasi yang mumpuni," kata Yadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK