Akurat Logo

Bagaimana Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur

Redaksi Akurat | 17 Juni 2026, 18:39 WIB
Bagaimana Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur
Bagaimana Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur

AKURAT.CO Sampah dapur sering kali dianggap tidak berguna, padahal sebagian besar di antaranya bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, yaitu kompos.

Kompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan alami seperti sisa sayuran, buah, atau daun kering.

Selain membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga, membuat kompos juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan sekaligus menyuburkan tanaman di rumah.

Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan cara yang sederhana, siapa pun bisa membuat kompos sendiri di rumah. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

Baca Juga: Usaha Laundry hingga Jualan Pupuk Kompos, Tengok 7 Bisnis Trend di 2022!

1. Siapkan Bahan dan Alat yang Diperlukan

Hal yang perlu kamu siapkan untuk membuat kompos:

  • Sampah organik dapur seperti kulit buah, sisa sayur, ampas kopi, dan daun teh bekas.

  • Bahan kering seperti daun kering, potongan kertas tanpa tinta, atau serbuk gergaji.

  • Wadah kompos berupa ember, tong plastik, atau pot besar yang memiliki lubang udara.

  • Tanah atau kompos jadi (sebagai starter mikroba alami).

Pastikan kamu tidak mencampurkan sampah anorganik seperti plastik, logam, kaca, atau bahan berlemak dan berminyak karena bisa menghambat proses penguraian.

2. Pisahkan Sampah Organik

Sebelum membuat kompos, biasakan memisahkan sampah organik dan non-organik di dapur. Sisa makanan seperti sayuran, kulit buah, dan nasi basi bisa dikumpulkan dalam wadah tertutup agar tidak menimbulkan bau.

3. Susun Bahan Secara Berlapis

Masukkan bahan-bahan organik ke dalam wadah kompos dengan urutan:

  • Lapisan bawah: bahan kering seperti daun atau potongan kertas.

  • Lapisan tengah: sisa dapur yang lembap (kulit buah, sayur, ampas kopi).

  • Lapisan atas: sedikit tanah atau kompos jadi.

Setelah itu, tutup rapat wadahnya namun tetap beri ventilasi agar udara bisa masuk, oksigen dibutuhkan agar proses penguraian berjalan baik.

4. Jaga Kelembapan dan Aduk Secara Berkala

Agar mikroorganisme bekerja dengan optimal, kompos perlu dijaga kelembapannya. Jika terlalu kering, percikkan sedikit air; jika terlalu basah, tambahkan bahan kering seperti daun atau kertas. Aduk kompos setiap 5–7 hari sekali untuk mempercepat proses penguraian dan mencegah bau tidak sedap.

5. Tunggu Hingga Kompos Matang

Proses pembuatan kompos biasanya memakan waktu 1–2 bulan, tergantung suhu dan jenis bahan yang digunakan. Kompos yang sudah matang akan berwarna cokelat tua kehitaman, berbau tanah segar, dan teksturnya remah seperti tanah gembur.

6. Gunakan Kompos untuk Tanaman

Kompos siap pakai dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman hias, sayuran, atau kebun kecil di rumah. Selain menyuburkan tanah, kompos juga membantu menjaga kelembapan dan meningkatkan kualitas tanaman secara keseluruhan.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Genjot Budaya Pilah Sampah di Balai Kota, Target Kurangi Timbulan 400 Kilogram per Hari

Manfaat Membuat Kompos di Rumah

Membuat kompos dari sampah dapur memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi tanaman, tetapi juga bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mengurangi Volume Sampah Rumah Tangga

Sebagian besar sampah dapur bersifat organik dan mudah terurai. Dengan mengubahnya menjadi kompos, kamu membantu mengurangi timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga menekan risiko pencemaran dan bau tak sedap di lingkungan sekitar.

2. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Proses pembuatan kompos bersifat alami dan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Ini berarti kamu turut berperan dalam mengurangi jejak karbon (carbon footprint) dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

3. Menghemat Biaya Perawatan Tanaman

Kompos bisa menjadi pengganti pupuk kimia yang harganya cukup mahal. Selain itu, kompos membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi alami yang lebih stabil bagi tanaman.

4. Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Tanaman

Tanah yang rutin diberi kompos menjadi lebih gembur, kaya mikroorganisme baik, dan memiliki daya serap air yang lebih baik. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih subur, daun lebih hijau, dan bunga lebih cepat bermekaran.

5. Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan

Membuat kompos bisa menjadi awal untuk gaya hidup zero waste, mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bertanggung jawab. Kegiatan ini juga dapat menjadi edukasi yang menarik untuk anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungan.

6. Menjadi Aktivitas Positif di Rumah

Proses membuat kompos tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menyenangkan. Kegiatan ini bisa menjadi hobi baru yang menenangkan sekaligus produktif, terutama bagi mereka yang menyukai berkebun.

Membuat kompos dari sampah dapur adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Selain membantu mengurangi sampah, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mengubah sisa dapur menjadi sumber kehidupan baru bagi tanaman di rumah, bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil.

Bunga Adinda (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R