AKURAT.CO KPK diminta tidak mempolitisasi hukum. Langkah KPK mengagendakan pemeriksaan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Imin) dianggap indikasi politisasi hukum.
Pengamat politik Ujang Komarudin mengingatkan mahalnya dampak politisasi hukum. Apalagi pada momen tahapan pemilu, yang bisa memicu kegaduhan.
“Selama ini kemana saja KPK? Mestinya dari dulu disidik, hukum itu butuh kepastian. Ada kesalahan atau tidak, jangan dijadikan sandera,” Ujar Ujang, kepada Akurat.co, di Jakarta, pada Senin (4/9/2023).
Baca Juga: Besok, KPK Periksa Cak Imin Terkait Kasus Kemenaker
Menurut Ujang, KPK layak dikritisi lantaran kinerjanya yang tidak mengesankan profesionalitas. Kalau memang yakin ada cukup bukti, seharusnya KPK menyidiknya dengan cepat, bukan mengulur-ulur waktu lalu tancap gas ketika momen sudah tepat.
Dirinya menilai sulit bagi KPK menyatakan kasus dugaan korupsi di Kemenakertrans yang melibatkan Imin, bebas dari unsur politis.
“Ketika orang mau menjadi cawapres tahu-tahu kasusnya diusut lagi, ini kan politik. Bukan tentang siapa-siapa, tapi berbicara tentang penegakan hukum artinya penegakan hukumnya jangan seperti itu, penegakan hukum harus benar, harus bagus, harus berkeadilan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








