Tak Ingin Demokrasi Dirusak, Noel Ebenezer Minta Debat Capres Tak Didasari Benci-Dendam
Atikah Umiyani | 6 September 2023, 20:56 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Relawan Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer atau Noel menantang semua pendukung bakal capres untuk berdebat soal gagasan dan ide dari masing-masing jagoannya.
Noel menyampaikan hal tersebut karena merasa kecewa dengan sejumlah pihak yang kerap menarasikan capres Prabowo Subianto dengan negatif yang dilandaskan rasa kebencian dan dendam.
Hal itu diungkapkan Noel dalam acara diskusi Jaringan Merah Putih 08 bertajuk "Kenapa Aktivis Dukung Prabowo Subianto" di Rumah Relawan Pemenangan Prabowo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2023).
"Saya sampai detik ini sedikit miris perilaku beberapa kawan-kawan saya yang beda pandangan dengan saya yang mendukung Prabowo, kalau seandainya pak Prabowo dinarasikan akan kembalinya orde baru," ujarnya.
Noel menilai, narasi yang disampaikan oleh pihak lawan sangatlah tidak tepat. Sebab, menurutnya Prabowo adalah sosok yang punya komitmen untuk menegakkan demokrasi dan mau berkorban demi kepentingan rakyat.
"Saya yakin sekali pak Prabowo itu sosok yang punya komitmen terhadap demokrasi, apalagi berkali-kali saya diskusi sama pak Prabowo, beliau menyampaikan "ya demokrasi kita harus dikuatkan"apalagi beliau itu kerjaannya cuma mikirin rakyat," ucapnya.
Salah satu gagasan yang diusung Prabowo dalam menghadapi Pilpres 2024 yaitu memberikan makan siang gratis kepada seluruh pelajar dari tingkat Paud sampai dengan SMA. Ia berharap agar hal semacam ini yang dijadikan bahan perdebatan.
"Nah itu gagasan program yang bisa diimplementasikan, dan kita mau yang begini-begini, nah yaudah kritik, kritik itu soal pemberian makan buat berapa puluh juta anak sekolah, kritik saja, kita mau berdebat soal itu," tukasnya.
Noel tidak ingin demokrasi saat Pilpres 2024 ternodai hanya karena perdebatan yang dilandaskan kebencian dan dendam.
"Ayo kita berdebat di depan publik, misalnya saya bela Prabowo, ayo apa, tapi bukan saling menjelekkan, nah inilah yang kita inginkan 2024 nanti demokrasi kita berkualitas bukan basisnya kebencian, dendam, yang akhirnya demokrasi kita dikorbankan karena hal-hal yang kecil," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








