Gibran Jadi Cawapres, Peneliti BRIN: Terlepas Dari Stigma Dinasti, Itu Ruang Suksesi Kepemimpinan Anak Muda

AKURAT.CO Partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Capres Prabowo Subianto, mengusung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai cawapres.
Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati menilai, langkah yang diambil KIM justru menyediakan ruang untuk suksesi kepemimpinan generasi muda, bukan dinasti politik.
“Terlepas dari adanya stigma soal dinasti, saya pikir nominasi ini menunjukkan pola adaptasi politik dari koalisi parpol-parpol yang ada, untuk menyediakan ruang suksesi kepemimpinan bagi generasi muda,” kata Wasisto kepada Akurat.co di Jakarta, Minggu (29/10/2023).
Baca Juga: Bocoran Denny JA: Prabowo Gaet Gibran Murni Pertimbangan Elektoral Dan Popularitas
Menurutnya, memutuskan meminang Gibran sudah dipikirkan matang-matang oleh seluruh partai koalisi di dalam KIM.
“Tentu ada kalkulasi yang dipertimbangkan soal rencana berpasangan dengan Gibran tersebut,” demikian Wasisto.
Sebelumnya, dukungan yang diberikan oleh partai pengusung Prabowo, terutama Golkar yang mendeklarasikan lewat Rapimnas Golkar, pada Kamis (21/10/2023), membuat publik semakin menilai bahwa parpol-parpol ini telah disetir oleh dinasti Jokowi.
Informasi terbaru, setelah bertemu Golkar, Gibran mendatangi Ketum PAN Zulkifli Hasan. Kini Gibran juga bertandang ke Cikeas, kediaman keluarga Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan turut menemui Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Semakin menguat, jika pertemuan-pertemuan ini adalah sinyal Gibran untuk menjadi cawapres Prabowo.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










