AKURAT.CO Para cawapres yang bakal berkompetisi pada Pilpres 2024 belum mampu mendongkrak capres. Temuan SMRC, ketiga cawapres yakni Gibran Rakabuming, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar (Imin) belum memiliki popularitas yang setara dengan capres Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, serta Anies Baswedan.
Temuan SMRC, Prabowo Subianto masih menjadi capres dengan popularitas tertinggi dengan kisaran 95 persen-96 persen, mengalahkan Ganjar dan Anies yang elektabilitasnya berada pada kisaran 85-88 persen. Sementara ketiga cawapres belum ada yang bisa mendekati popularitas para capres.
"Sejauh ini sesuai dengan data yang dikumpulkan pada awal Oktober, para calon wakil presiden masih belum mampu menyaingi tingkat elektabilitas para calon presiden tersebut," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani, dalam program bedah politik yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, Kamis (2/11/2023).
Baca Juga: Uniknya Pemilu 2024: Satu Partai Pengaruhi Koalisi, Elektabilitas Capres Bukan Jaminan
Berdasarkan survei terakhir SMRC, Gibran memiliki popularitas tertinggi mencapai 71 persen. Sedangkan Mahfud berada pada urutan kedua (62 persen) disusul Imin (50 persen).
Sementara pada tingkat kesukaan masyarakat, Mahfud menjadi jawaranya mencapai 83 persen diikuti Gibran (77 persen) dan Imin (65 persen). Saiful menilai, angka tersebut belum mampu mendongkrak elektabilitas para cawapres.
"Jika para calon wakil presiden ingin membantu mengangkat elektabilitas pasangannya, minimal mereka harus memiliki tingkat masyarakat tau dirinya setara dengan para pasangannya. Misal prabowo berada di 96 persen maka Gibran harus berada di 90 persen hingga 96 persen," ujarnya.
Baca Juga: Jimly Penentu Status Cawapres Gibran
Data SMRC juga menyebut, pemilih muda tidak memiliki kecenderungan memilih Gibran selaku cawapres muda, belum berusia 40 tahun. Secara data, Gibran potensial menang kalau para pemilih muda menyenangi kandidat yang muda.
Saiful menilai generasi baby boomers malah memiliki tingkat kesukaan tertinggi kepada Mahfud bukan Gibran.
"Generasi paling muda yaitu baby boomers memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada Mahfud, bukan Gibran," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









