Kampanye Dimulai, Pendukung Prabowo-Eks Kader Demokrat Bermigrasi Ke Ganjar-Mahfud

AKURAT.CO Dimulainya hari pertama kampanye diwarnai dari peralihan massa pendukung, yang kemungkinan bakal terjadi hingga hari pencoblosan. Ribuan relawan pendukung Prabowo dan eks kader Demokrat dalam Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator Kader (FKLPDK) misalnya, bermigrasi ke capres nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
Deklarasi dipimpin Ketum FKLPDK Sahat Saragih. Mereka mengalihkan dukungan akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90 yang ditengarai diputus karena tekanan dan untuk memuluskan langkah Gibran Rakabuming berkontestasi pada Pilpres 2024.
“Kenapa kita meninggalkan Prabowo dan beralih ke Ganjar-Mahfud? Inilah hasil diskusi dan renungan suci DPP FKLPDK dengan DPD Provinsi dan DPC dan kabupaten kota, akibat dari putusan Mahkamah Konstitusi yang terintimidasi,” kata Sahat, di Auditorium Hotel 678 Cawang, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Baca Juga: Relawan Ganjar-Mahfud Berjuang Sampai Pingsan
Menurut Sahat, putusan MK menunjukkan syahwat kekuasaan yang tinggi mengharuskan pembangkangan terhadap konstitusi. Prabowo termasuk ambil bagian karena mau menampung hasrat kekuasaan tak sehat itu.
Dukungan terhadap Ganjar-Mahfud bakal ditindaklanjuti dalam bentuk konsolidasi untuk memastikan kemenangan dalam pemilu.
“Dengan cara konsolidasi di seluruh Indonesia, sesuai kesepakatan yang telah dirumuskan, maka ikut memastikan memenangkan kontestasi, FKLPDK akan melaksanakan kerja, kerja, kerja,” tuturnya.
Baca Juga: TPN Ganjar-Mahfud Ajak Relawan Lawan Kezaliman
Berikut poin-point deklarasi FKLPDK:
1. Karena Prabowo bergantung pada dukungan penguasa, itu artinya Prabowo tidak memiliki kepercayaan diri.
2. Akibatnya penguasa bernafsu untuk mempertahankan kekuasaan melalui anak sulungnya, artinya penguasa tidak berjiwa negarawan.
3. Dampaknya kekuasaan digunakan untuk memporak porandakan kekuatan hukum untuk nafsu politik, tidak ada lagi etika dan hukum di Indonesia.
5. Dampaknya Ketua Mahkamah Konstitusi menjadi korban karena melanggar nilai etika kenegarawanan.
6. Dampaknya rakyat marah dan kurang percaya terhadap Mahkamah Konstitusi.
7. Hancur nilai luhur para partai di Indonesia, karena cukup dua hari untuk menjadi ketua umum sebuah partai politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







