AKURAT.CO Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menilai media tak harus netral, tetapi objektif dalam menyajikan pemberitaan. Anies juga memandang pers penting untuk meningkatkan partisipasi warga pada Pemilu 2024.
Anies tidak memungkiri pentingnya peranan pers dalam kehidupan berbangsa dan memajukan demokrasi. Namun konten atau informasi yang disiarkan harus mengandung kebenaran.
"Dalam pandangan kami, media tidak harus netral, tetapi harus objektif," ujar Anies, di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Baca Juga: Anies: Pembangunan IKN Tak Urgen
Dalam proses suksesi sekarang ini, Anies juga menilai pers memainkan peranan penting untuk menelanjangi rekam jejak masing-masing kandidat. Baik dalam level pilpres maupun pileg.
Terpenting lagi, Anies meminta pers mengedukasi rakyat untuk memilih. Tingginya partisipasi publik menandakan rakyat antusias menyambut pemilu dan turut andil menentukan arah kemudi bangsa ini ke depan.
"Dengan ikut maka bisa ikut mewarnai menentukan arah," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








