KPU Dorong IPP Jadi Pusat Pengetahuan Demokrasi di Indonesia

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan Indeks Partisipasi Pemilih (IPP) menjadi instrumen penting untuk membangun pusat pengetahuan demokrasi di Indonesia.
IPP Pemilu dan IPP Pilkada menjadi bagian dari upaya KPU periode 2022 - 2027, dalam mewujudkan dua misi utama. Salah satunya, menjadikan KPU sebagai pusat pengetahuan dan pengalaman kepemiluan.
"IPP Pemilu dan IPP Pilkada hanya salah satu bentuk bagaimana KPU berusaha mewujudkan misinya sebagai pusat pengetahuan kepemiluan," kata Anggota KPU RI, August Mellaz, di Lombok Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Dominasi Pemilih Muda dan Ancaman AI Jadi Tantangan Berat di Pemilu 2029
Dia menjelaskan, penyusunan IPP melibatkan peneliti, akademisi, dan pegiat pemilu yang selama ini konsisten mengkaji isu demokrasi. Keterlibatan mereka sebagai wujud partisipasi publik yang perlu dicatat sebagai bagian penting dari perbaikan demokrasi.
"Faktanya, dalam konteks demokrasi kita harus kritis, karena kita harus mengadvokasi sesuatu," ujarnya.
Baca Juga: Bawaslu Ajak Mahasiswa Jadi Kader Pengawas Pemilu Lewat Literasi Data
Dia memastikan, IPP menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pemilu dan pilkada di Indonesia. Berbagai data dan konsep dalam IPP harus diuji secara empiris, untuk menghasilkan produk pengetahuan yang dapat memperkuat tata kelola pemilu.
"Kita cek apakah secara empiris berjalan atau tidak. Dan itu menghasilkan berbagai produk pengetahuan," katanya.
Dia menambahkan, IPP disusun berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pemilu dan pilkada dalam situasi yang jauh berbeda dibandingkan 2019. Karena itu, IPP disebut bukan sekadar angka, tetapi fondasi pembelajaran untuk menghadapi dinamika demokrasi di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








