Akurat
Pemprov Sumsel

Disindir Anies Soal Etika, Prabowo: Anda Menyesatkan

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2024, 21:39 WIB
Disindir Anies Soal Etika, Prabowo: Anda Menyesatkan

AKURAT.CO Debat capres ketiga berlangsung panas antara calon presiden nomor urut 1 dan 2, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Prabowo mencap Anies sebagai orang yang menyesatkan lantaran terus menerus menyinggung soal kekurangan Kementerian Pertahanan yang ada di bawah kepemimpinan Prabowo.

"Saudara bicara etik-etik saya tuh keberatan. Saya terus terang saja, maaf ya, saya menilai Anda tidak pantas bicara soal etik. Anda menyesatkan, gitu saja," ujar Prabowo kepada Anies dalam ajang debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam.

"Saya boleh berpendapat kan? Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik karena Anda memberikan contoh yang tidak baik soal etik," Menteri Pertahanan itu menambahkan.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, TKN: Negara Bisa Hemat Rp27 Triliun

Hal tersebut bermula ketika Anies juga menyinggung soal etika dalam pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Serta pernyataan "etik ndasmu" oleh Prabowo yang viral beberapa waktu lalu.

"Ada pelanggaran etika dan bapak tetap dengan cawapres yang melanggar etika. Artinya ada kompromi etika kemudian bapak mengolok-olok tentang etika, saya tidak tega mengulanginya. Pertanyaannya apa penjelasan bapak soal ini?" kata Anies.

Menjawab hal tersebut, Prabowo menekankan data yang dipegang oleh Anies adalah keliru. Ia pun bersedia mengundang Anies untuk duduk bersama dan membeberkan segala data dari Kemhan. 

"Semua data yang saudara (Anies) ungkapkan itu keliru semua. Jadi saya bersedia kita duduk, kita buka-bukaan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia kita buka," Prabowo menjelaskan.

Baca Juga: TKN Fanta Yakin Terobosan Kebijakan Pajak Prabowo-Gibran Dorong Iklim Usaha dan Beri Afirmasi kepada UMKM

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.