Akurat
Pemprov Sumsel

Menjaga Ketahanan dan Mempertajam Keamanan Cyber, Komandan TKN Fanta Ungkapkan Kepuasan Terhadap Visi Prabowo di Debat Capres

Petrus C. Vianney | 8 Januari 2024, 08:17 WIB
Menjaga Ketahanan dan Mempertajam Keamanan Cyber, Komandan TKN Fanta Ungkapkan Kepuasan Terhadap Visi Prabowo di Debat Capres

AKURAT.CO Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Arief Rosyid Hasan, menyatakan kepuasannya terhadap pendekatan Calon Presiden Prabowo Subianto terhadap konsep pertahanan.

Lebih dari sekadar menjaga teritori, Prabowo menyoroti pentingnya ketahanan dalam aspek ekonomi, hubungan luar negeri, serta kebijakan politik bebas aktif.

"Alhamdulillah, sangat amat puas. Karena Pak Prabowo menekankan bahwa perspektif ketahanan itu tidak hanya soal menjaga teritori, tapi soal ekonomi dan banyak lagi. Misalnya terkait bagaimana hubungan dengan negara-negara lain, politik bebas aktif dan seterusnya," ujar Arief saat acara Nobar Debat Pilpres di Gema Tower Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga: Disebut Anies Tidak Terbuka Soal Pertahanan RI, Prabowo: Semua Partai Pengusung Bapak Sepakati Program Kemenhan di DPR

Perbincangan juga mengarah pada tantangan serangan cyber yang dihadapi Indonesia. Arief menegaskan bahwa ini bukan hanya masalah Indonesia, namun hampir semua negara menghadapinya.

"Jadi, serangan cyber ini kan memang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tapi hampir seluruh negara juga mengalami hal yang sama gitu," tambah Arief.

Ia berharap, ke depan Indonesia semakin solid, terutama dalam aspek keuangan yang semakin membaik. Prabowo diharapkan bisa menjadikan fondasi yang kuat untuk mengamankan dan memperkuat kestabilan negara.

"Jadi, kita harapkan sih apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo gitu ya, bahwa ke depan itu yang semakin kita solidkan tentu dengan skema keuangan yang semakin membaik," Arief menutup.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.