Dibedah Habis, Data Anies dan Ganjar Soal Pertahanan di Debat Capres Ternyata Banyak yang Keliru

AKURAT.CO Capres nomor urut 1, Anies Baswedan dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyampaikan banyak data soal pertahanan yang keliru saat debat sesi ketiga yang digelar KPU, Minggu malam.
Akun X @tweetmiliter (TM) pun membedah satu per satu data yang disampaikan ketiga capres yang bersaing, baik Anies, Ganjar maupun capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Pertama, yaitu soal data yang disampaikan Anies soal dana Rp700 triliun yang dipakai untuk membeli alutsista bekas.
"Hal ini tidak benar, karena PSP Kemhan pada tahun 2020-2024 untuk pembelian alutsista sebesar USD25,4 miliar/Rp386 T," tulisnya dikutip Selasa (9/1/2024).
Selain itu, pernyataan Anies yang selalu menekankan pada perihal pembelian alutsista bekas juga tidak tepat. Karena banyak alutsista baru yang dibeli Kemenhan.
Baca Juga: Jadi Bahan Kampanye Prabowo Subianto, Ini 10 Manfaat Susu Bagi Pertumbuhan Anak
"Faktanya, pembelian alutsista Kemhan sejak 2019 hingga sekarang merupakan alutsista baru, seperti pesawat tempur Rafale, pesawat angkut A400M, frigate Merah Putih, rantis Maung, hingga radar GM400A," ujarnya.
Kemudian, soal pernyataan Ganjar yang menilai kinerja Kemhan masih buruk melalui beberapa metrik. Ukuran pertama yang dibawa Ganjar adalah menurunnya Global Peace Index (GPI) Indonesia.
Akun tersebut menjelaskan, GPI terdiri dari indeks keamanan masyarakat, konflik domestik & internasional, dan militerisasi. Tiga indeks ini dianggap tidak tepat untuk mengukur kinerja Kemhan.
"Menurut TM, ketiga indeks ini tidak cocok untuk mengukur kinerja Kemhan, karena sebagian besar indeks tersebut (keamanan masyarakat dan konflik domestik) berada di bawah wewenang Kemenkopolhukam," ucapnya.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Iran: Marselino-Jenner Otak Serangan, Dimas Drajad Ujung Tombak
Selanjutnya, Ganjar menjelaskan terkait penurunan peringkat Global Militarisation Index (GMI) Indonesia. GMI sendiri mengukur proporsi sumber daya yang dialokasikan negara untuk sektor hankam.
Artinya, semakin rendah peringkat GMI, alokasi sumber daya sektor non-hankam (pendidikan, dll) meningkat.
"Berdasarkan publikasi BICC, ranking GMI Indonesia naik dari 130 (2022) menjadi 124 (2023). Artinya, alokasi sumber daya negara ke sektor pertahanan meningkat. Ini menunjukan bahwa pemerintah sedang serius berkomitmen untuk memperkuat pertahanan Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, indeks terakhir yang disebut Ganjar adalah Asia Power Index yang turun. Padahal berdasarkan publikasi Lowy Institute, meskipun peringkatnya turun, pengaruh diplomatik Indonesia naik signifikan.
Baca Juga: 8 Keajaiban Air Putih, Manfaat Tak Terduga yang Perlu Anda Ketahui
"Data ini juga membantah klaim Anies yang bahwa Indonesia cuma penonton politik dunia," ucapnya.
Terakhir, Ganjar menyebut proporsi anggaran pertahanan Indonesia turun menurut IISS. Padahal, pada sisi lainnya rencana pertahanan Indonesia sekarang adalah yang paling ekspansif di kawasan.
"Namun, pada laporan yang sama, IISS menyatakan rencana pertahanan Indonesia sekarang adalah yang paling ekspansif di kawasan. Hal ni didukung oleh kenaikan real-terms defence budget," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 8Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






