Prabowo Jadi Musuh Bersama di Debat, TKN: Dikeroyok 5 Orang Juga Siap, Yakin Menang
Atikah Umiyani | 11 Januari 2024, 22:39 WIB

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran masih terus mengomentari perihal jalannya debat capres sesi ketiga yang berlangsung pada Minggu (7/1/2023). Disitu, Prabowo Subianto dikeroyok karena menjadi musuh bersama oleh dua pesaingnya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid memastikan, bahwa Prabowo tidak akan gentar walaupun harus berdebat melawan dua orang sekaligus. Dia yakin, Prabowo mampu mengatasinya dengan baik sekalipun harus berhadapan dengan lima orang sekaligus.
"Dikeroyok dua orang siap dan yakin menang, dikeroyok tiga orang siap dan yakin menang. Dikeroyok 5 orang siap dan yakin menang. Namanya jagoan itu harus siap tarung bagaimana medan dan cuacanya," kata Nusron kepada wartawan, di Media Center TKN, Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Sebagai informasi, dalam debat sesi ketiga itu Prabowo mendapat serangan bertubi-tubi dari Anies dan Ganjar. Mulai dari belanja alutsista bekas sampai persoalan kepemilikan lahan yang luas.
Nusron meyakini, pengeroyokan dan serangan itu dilakukan karena munculnya kekhawatiran dari Anies dan Ganjar bahwa Prabowo punya potensi yang besar untuk menang satu putaran di Pilpres 2024.
"Tidak mungkin pak Prabowo itu, tidak mungkin dikeroyok kalau tidak dianggap dan diyakini mereka akan menang dalam satu putaran. Jadi mereka ingin mengeroyok itu biasa dalam pertempuran segitiga, karena biasa, kita juga biasa-biasa aja," ucapnya.
Baca Juga: TKN Santai Lihat Wapres Acungkan Jari Metal di HUT PDIP: Anaknya Ikut Dukung Prabowo-Gibran Kok
Nusron pun mengibaratkan Prabowo bak superhero yang ada di film-film. Di mana, seorang jagoan pasti akan menang di akhir cerita.
"Kalau kita menonton film-film waktu kecil kan, yang namanya jagoan itu selalu dikeroyok dan endingnya selalu menang. Jadi ibarat film gitu aja," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









