AKURAT.CO Pemakzulan (impeachment) Presiden Jokowi yang diwacanakan sejumlah pihak tak memiliki legitimasi. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf malah menilai wacana tersebut berembus untuk sebatas mencari isu saja.
Gus Yahya meminta wacana tersebut tidak dikembangkan. Pada tahapan pemilu yang puncaknya bakal berlangsung kurang dari 30 hari, Bos PBNU meminta para pihak berkonsenterasi pada masa depan bangsa.
"Sudahlah. Sebetulnya ini cuma orang bikin isu yang sedapat-nya saja. Mari kita berkonsentrasi pada masa depan bangsa dan negara," kata Gus Yahya, di Kantor PWNU Jatim, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: Isu Pemakzulan Berembus, Istana Bereaksi
Menurutnya, wacana pemakzulan tidak memiliki alasan yang kuat. Bahkan tak ada urgensi yang mendorong pemakzulan.
“Wong endak ada alasan, tidak ada keadaan yang memungkinkan dan seterusnya," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









