Akurat
Pemprov Sumsel

Bantah Mahfud Soal Food Estate, TKN: Ada 13 Hektare Jagung dan Singkong Siap Panen

Atikah Umiyani | 22 Januari 2024, 18:19 WIB
Bantah Mahfud Soal Food Estate, TKN: Ada 13 Hektare Jagung dan Singkong Siap Panen
 
AKURAT.CO Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono membantah pernyataan cawapres nomor urut 3, Mahfud MD yang menyebut program food estate atau lumbung pangan nasional adalah program yang gagal.
 
Budisatrio menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada belasan hektare yang sudah siap untuk panen. Baik untuk komoditas jagung maupun singkong.
 
"Per hari ini sudah tertanam dan sudah akan panen sekitar 8 hektare jagung dan juga 5 hektare singkong," kata Budisatrio di Media Center TKN, Jakarta, Senin (22/1/2024).
 
 
Budisatrio juga membantah narasi-narasi yang dibangun bahwa penanaman jagung untuk menutupi kegagalan singkong. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena memang perlu penyesuaian kontur tanah dengan komoditas yang ditanam.
 
"Ada narasi yang menyebutkan bahwa ini adalah lahan yang gagal, ini sekarang ditanam jagung untuk menutup kegagalan singkong, tidak," ucapnya.
 
"Rencananya proses ini memang memakan waktu, karena perlu juga dievaluasi tanah geologis yang ada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah tersebut, di mana setelah evaluasi beberapa waktu baru ditemukan rumus yang tepat untuk mewujudkan tanaman-tanaman yang cocok untuk ditanam," sambungnya.
 
 
Dari dua komoditas tersebut, Budisatrio menjelaskan bahwa ada puluhan ton singkong dan jagung yang siap panen sekaligus sebagai bukti dari keberhasilan program tersebut.
 
"Perkiraan produktivitas lahannya atau hasilnya adalah singkong kira-kira 20 ton per hektare, ini cukup besar, cukup baik, dan jagung sekitar 6 ton per hektare untuk tipe keringnya dengan asumsi 15 persen kadar air yang tercantum," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
R