Siti Atikoh Yakinkan KTP Sakti Bisa Jawab Permasalahan Penyaluran Bansos Tak tepat Sasaran

AKURAT.CO Istri Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, mengungkapkan tujuan safari politiknya untuk menyerap sebanyak-banyak permasalahan dan aspirasi dari masyarakat.
Salah satunya dengan bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes), bertemu dengan para kiai, ulama, nyai serta para tokoh-tokoh agama.
"Saya ini keliling yang pertama silaturahmi, yang kedua adalah saya juga menyerap aspirasi, apa sih sebetulnya menjadi problem utama dari masyarakat. Karena kalau saya tidak keliling, itu tidak paham. Saya hanya ngira-ngira. Oh masalahnya paling A, B, C," kata Atikoh saat memberikan sambutan dalam acara Isra Miraj dan Harlah Ke-101 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Syifaul Qulub Lil Mutaallimin di Serang, Banten, Rabu (7/2/2024).
Baca Juga: Wejangan Siti Atikoh untuk Para Orang Tua di Banten: Semangat Berjuang Demi Kebaikan Anak
"Tetapi kalau berkeliling seperti ini saya ke pasar, bertemu dengan masyarakat, dengan petani, saya dengan UMKM, dengan ibu-ibu pengajian, dengan pesantren, saya mendapat paham, apa sih persoalan yang ada di masyarakat," imbuhnya.
Dia pun mendapati permasalahan yang sering disampaikan masyarakat kepadanya. Terutama, permasalahan pembagian bantuan sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran.
"Tadi malam, saya juga sempat ngobrol-ngobrol, diskusi dengan ibu-ibu, dengan santri, yang banyak dikeluhkan kepada saya. Salah satunya itu adalah pembagian bansos yang kurang tepat sasaran. Benar tidak Bu? Misalnya, kok yang kaya yang dapat, yang miskin malah nggak dapet," kata Atikoh yang langsung disahut "Betul” oleh ibu-ibu di jemaah.
Kemudian, Atikoh juga menyerap aspirasi bahwa masyarakat terlalu disusahkan karena banyaknya kartu bantuan.
Maka dari itu, Atikoh menyebut jika pasangan Ganjar-Mahfud memiliki program KTP Sakti (Satu Kartu Terpadu Indonesia) yang bakal menjawab sejumlah permasalah penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.
Baca Juga: Siti Atikoh Ngaku Sering Dapat Aduan Pembagian Bansos Tidak Merata
"Lah ini ada program lagi, programnya terkait dengan KTP Sakti. Jadi KTP-nya tetap KTP seperti itu tapi nanti semua datanya diintegrasikan, sehingga ketika ada permasalahan, datanya benar-benar riil. Datanya benar-benar akurat. Berarti kalau ada data yang kurang pas, bisa langsung disampaikan karena pakai KTP," ucap Atikoh.
"Jadi tidak perlu banyak kartu, kalau banyak kartu nanti malah memenuhi dompet. Dompet isinya kertu aja, malah uangnya kosong. Kan mending kartunya satu, uangnya banyak ya Bu," tambahnya.
Mantan wartawati ini juga bicara program Ganjar-Mahfud terkait kesehatan. Di mana, paslon nomor urut 3 itu memiliki program Satu Desa, Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Fasilitas Kesehatan (Faskes).
"Terkait juga masalah banyak sekali keluhan di masyarakat, mau melahirkan jauh, mau periksa kesehatan jauh, harus ongkos lagi untuk kendaraan, sampai sana juga belum tentu langsung diperiksa, harus antri dulu. Disini jugalah kenapa ada program satu desa, satu nakes, satu faskes. Jadi harapannya di desa itu sudah nanti ada pelayanan primer. Pelayaan primer itu seperti pusing-pusing, bekas operasi, penyakit-penyakit yang bisa diselesaikan di Puskesmas," beber Atikoh.
"Puskesmas itu kan di setiap desa belum ada ya Bu. Dengan mungkin ada yang di desa-desa, kalau di Banten mungkin sudah, tapi kalau yang di luar Jawa, daerah-daerah terpencil kan belum semua bisa memiliki fasilitas kesehatan," pungkasnya.
Diketahui, Siti Atikoh terus bergerak melakukan safari politik ke sejumlah wilayah untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Wilayah yang telah dikunjungi di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara hingga Jawa Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









