AKURAT.CO Pengakuan Presiden Jokowi, yang menyatakan netral pada Pemilu 2024, sudah terlambat. Rakyat kadung tak percaya Jokowi bakalan netral, mencermati dinamika yang terjadi di lapangan.
Peneliti BRIN, Adriana Elisabeth, menilai Pemilu 2024 dapat dipastikan diragukan legitimasinya, mencermati tingginya seruan dari kalangan akademisi yang mengeritisi etika Jokowi. Pengakuan Jokowi bakal bersikap netral, ketika kunjungan kerja ke Sumut, diyakini tak cukup menenangkan publik.
"Sangat terlambat pernyataan presiden dan masyarakat terlanjur tahu manuver politiknya, jelas tidak demokratis karena, dilandasi political greed yang lebih berbahaya dari financial greed," kata Adriana, di Jakarta, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga: Jokowi Bukan Pemimpin Satunya Kata dengan Perbuatan
Presiden Jokowi ketika meresmikan sejumlah infrastruktur di Sumut, belum lama ini mengaku netral dan tidak kampanye. Jokowi juga meminta seluruh aparatur negara untuk netral dan memastikan Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik.
Menurut Adriana, keresahan publik melalui guliran sikap keprihatinan dari kampus, dan organisasi sipil, boleh jadi bakal meluas. Sikap protes yang muncul sekarang ini, ditambah adanya indikasi intimidasi kepada kalangan akademisi, bisa memantik gelombang people power.
Baca Juga: Jokowi Tak Niat Kampanye, TNI-Polri dan BIN Harus Netral
Dia menganggap situasi yang muncul sekarang ini, kalau tidak direspons dengan baik, bisa mengarah pada gerakan besar penyelamatan demokrasi. Protes yang muncul sekarang, belum cukup mampu memastikan adanya gelombang besar, sekalipun sudah bisa menjadi salah satu indikator pemicu.
"Protes tidak cukup dilakukan satu kali tapi harus menjadi gerakan people power, yang dapat mengembalikan arah politik dan demokrasi menjadi lebih baik secara substansi, maupun dalam konteks pemilu yang adil, jujur dan bermartabat," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








