Kritik Kampus ke Jokowi Dinilai Sengaja Digaungkan untuk Ganggu Prabowo-Gibran
Atikah Umiyani | 9 Februari 2024, 21:32 WIB

AKURAT.CO Kritikan sejumlah civitas akademika terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai sengaja digaungkan oleh oknum yang ingin menghambat pergerakan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan Bogor, Prof Andi Asrun mengatakan, kritik kampus terhadap Presiden Jokowi sudah terbantahkan ketika orang nomor satu di Indonesia itu menunjukkan netralitasnya di Pemilu.
Hal itu disampaikan Andi dalam diskusi Persatuan Doktor Hukum Indonesia bertema 'Fenomena Infiltrasi Politisi Partisan Di Kampus' di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
"Menurut saya ketika Pak Jokowi katakan saya tidak kampanye, maka itu selesai tuduhannya memihak. Ketika Pak Jokowi katakan saya hentikan penyaluran bansos, maka selesai tudingan bahwa Jokowi memihak, pemerintah tidak netral," kata Andi.
Andi mengatakan, sikap Jokowi yang tetap netral harusnya sudah menjawab kritikan para civitas akademika. Ia menilai, kritik yang masih dibunyikan bertujuan untuk menggerus elektoral paslon tertentu yang selama ini diidentikkan dengan Jokowi.
"Kalau masih gerakan berlanjut, dugaan saya bahwa gerakan kritik terhadap pemerintah ini adalah sebuah mobilisasi politik, tujuannya satu kepentingan elektoral. Jadi kalau kita lihat beberapa tokoh di balik ini ya, mereka ini memang tujuan utamanya menghambat keterpilihan dan mendegradasi elektabilitas Prabowo-Gibran," katanya.
Baca Juga: 25 Ucapan Imlek 2024 untuk Keluarga dan Kawan hingga Rekan Kerja Lengkap dengan Bahasa Mandarin
Senada, Pakar Hukum Tata Negara Fahri Bachmid mengatakan, kritikan dari mimbar akademik yang muncul jelang pencoblosan merupakan hal yang bias. Ia mengaku sulit melihat gerakan tersebut berangkat dari suatu kegelisahan yang berbasis data.
"Kalau misalkan mendekati masa pencoblosan tapi selalu terjadi gangguan dan kebisingan seperti ini, ini sangat susah untuk kita membedakan bahwa ini aspirasi yang mutlak untuk kita cermati sebagai sesuatu yang objektif atau tidak," ujarnya.
Ia juga mengatakan, kritikan itu secara otomatis terbantahkan ketika Jokowi menegaskan sikapnya yang netral.
Baca Juga: Masyarakat Antusias Ikuti Lomba Mancing Prabowo-Gibran di Kalimalang yang Digelar Rampai Nusantara
"Tadi sudah dikonfirmasi, presiden sudah memahami situasi yang terjadi. Berbagai respons yang dilakukan masyarakat kampus, presiden strict mengatakan tidak akan berkampanye, presiden strict mengatakan persoalan bansos akan disalurkan lebih objektif, sebenarnya fakta-fakta itu sudah terbantahkan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









