Ini Langkah Bawaslu Jika Temukan Kecurangan pada Masa Tenang
Dwana Muhfaqdilla | 11 Februari 2024, 16:00 WIB

AKURAT.CO Masa tenang Pemilu 2024 akan berlangsung selama tiga hari dimulai pada hari ini, Minggu, (11/2/2024) sampai dengan Selasa, (13/2/2024).
Melihat hal ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melakukan penanganan jika ditemukan kecurangan pada masa tenang Pemilu 2024.
“Jika pintu masuknya dari informasi awal, Bawaslu melakukan penelusuran dahulu,” kata anggota Bawaslu Puadi kepada Akurat.co, Minggu (11/2/2024).
Namun, jika kecurangan Pemilu 2024 dalam bentuk laporan, maka penanganan dari Bawaslu akan berbeda pula.
“Jika (berbentuk) laporan, sebagaimana diatur di Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2022, tentang temuan dan laporan, maka Bawaslu melakukan kajian awal untuk memenuhi ketersyaratan formil materil,” jelasnya.
Diketahui, setelah masa tenang, rangkaian Pemilu 2024 akan memasuki masa pemungutan dan penghitungan suara yakni pada 14-15 Februari 2024.
Sebelumnya, rangkaian Pemilu 2024 memasuki masa kampanye yang berlangsung selama 75 hari. Masa kampanye tersebut dimulai pada Selasa, 28 November 2023 sampai dengan Sabtu, 10 Februari 2024.
Ketiga paslon memanfaatkan hari terakhir masa kampanye dengan melakukan kampanye akbar. Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sama-sama berkampanye di Jakarta.
Baca Juga: Jurnalis Perempuan Alami Pelecehan oleh Terduga Ajudan Puan saat Kampanye Ganjar - Mahfud
Adapun Anies-Muhaimin berkampanye di Jakarta International Stadium (JIS), sedangkan Prabowo-Gibran berkampanye di Gelora Bung Karno (GBK).
Berbeda dengan kedua pesaingnya, paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD lebih memilih berkampanye di Jawa Tengah, yakni Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








