Apa Arti Silent Majority Saat Pemilu 2024 dan Bagaimana Dampaknya? Simak Penjelasan Berikut

AKURAT.CO Arti silent majority kini menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan narasi silent majority telah diunggah 85 ribu lebih cuitan di platform X.
Maraknya julukan silent majority dikarenakan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyinggung tentang hal itu.
"Silent majority sudah berbicara. Siapa mereka?" tulis Ridwan Kamil dalam unggahan reels Instagram @ridwankamil.
Lantas, apa arti silent majority dalam Pemilu 2024 dan bagaimana dampaknya? Simak berikut penjelasannya.
Arti silent majority saat Pemilu 2024
Menurut definisi dari Cambridge Dictionary, silent majority merujuk kepada sejumlah besar orang yang belum menyatakan pendapat mereka tentang suatu hal.
Jadi, secara keseluruhan silent majority adalah sekelompok orang yang mayoritasnya tetap diam dan tidak mengungkapkan pendapat mereka secara terbuka. Mereka dapat dianggap sebagai mayoritas diam.
Dalam konteks Pemilu, istilah ini mengacu pada masyarakat dalam jumlah besar yang memilih untuk tidak secara terang-terangan menyatakan dukungan mereka terhadap salah satu pasangan calon (paslon).
Mereka cenderung untuk tetap merahasiakan pendapat mereka dan mungkin tidak akan mengungkapkan dukungan terhadap salah satu paslon secara langsung.
Kelompok silent majority memiliki potensi besar untuk mempengaruhi hasil suatu pemilihan karena jumlah mereka yang besar.
Kandidat yang mampu menarik dukungan dari silent majority ini memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pemilihan karena mereka mewakili suara mayoritas yang memilih untuk tetap diam.
Baca Juga: Di Balik Estetiknya Feeds Instagram Prabowo, Ternyata Inilah Sosok Fotografer Jessica Jowena Yiswi
Bagaimana dampak silent majority?
1. Kadang-kadang silent majority dimanfaatkan sebagai narasi politik oleh salah satu kandidat untuk mengklaim basis massa yang lebih besar.
2. Membuat hasil pemilu sulit diprediksi karena pengaruh dari suara "diam" tersebut.
3. Kandidat yang dapat memenangkan dukungan dari silent majority memiliki peluang besar untuk menang karena mereka mewakili suara mayoritas yang tidak terungkap.
4. Suara dari kelompok silent majority sulit terdeteksi dalam jajak pendapat, sehingga bisa menghasilkan kejutan dalam hasil pemilu.
5. Munculnya kontroversi karena sulit untuk memverifikasi klaim dari silent majority.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









