Faktor Jokowi Effect hingga Mesin PDIP yang Tidak Bekerja Jadi Biang Keladi Keoknya Ganjar-Mahfud

AKURAT.CO Berbagai pihak mulai mengansumsikan sejumlah faktor yang menyebabkan kekalahan telak paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai, ada empat faktor yang menjadi penyebab kalahnya Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
“Pertama, faktor pak Ganjar itu sendiri yang kurang disukai oleh pemilih, begitu juga dengan cawapresnya. Kompetisi pilpres adalah memilih figur, bukan parpol. Faktor ini yang membuat mereka tidak memilih kandidat tapi tetap memilih PDIP,” kata Romli kepada Akurat.co, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Ada Denny Caknan hingga Happy Asmara di Pekan Gembira Ria Vol. 7
Kemudian yang kedua, faktor Jokowi effect, alias pengaruh arah dukungan Presiden Joko Widodo yang memang mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kedua, faktor Jokowi effect. Oleh karena tingkat kepuasan terhadap Jokowi tinggi, memberi dampak pada kandidat yang didukung Jokowi. Semua orang tahu, Prabowo-Gibran didukung oleh Jokowi sehingga pemilih menjatuhkan pilihannya pada paslon 02 ini,” papar Romli.
Adapun faktor ketiga menurut dia adalah, tidak berjalannya mesin partai milik PDIP, dimana para caleg hanya fokus memenangkan dirinya tanpa berusaha memenangkan Ganjar-Mahfud.
Baca Juga: Komeng Menuju Kursi DPD RI, Ini Tugas dan Wewenangnya yang Jarang Diketahui
“Ketiga, bisa jadi karena tidak bekerjanya mesin partai. Para caleg bekerja hanya untuk kemenangan dirinya saja, tidak bekerja untuk pemenangan capresnya. Kasus ini sebenarnya bukan hanya pada PDIP saja, tapi juga pada parpol lain juga,” ucap Romli.
Dan yang terakhir, Romli menilai adanya penggembosan kepada para pemilih, diperbolehkan memilih PDIP namun dilarang memilih Ganjar-Mahfud.
“Keempat, bisa jadi ada penggembosan, silahkan pilih PDIP tapi jangan pilih Ganjar-Mahfud. Untuk yang ini saya kira perlu ada kajian lebih lanjut. Ini hanya dugaan saja,” tandasnya.
Baca Juga: Seorang Laki-laki Ditemukan Tewas di Bawah Flyover Ragunan Jaksel, Penyebab Kematian Masih Misteri!
Seperti diketahui, di beberapa lembaga survei yang telah merilis hasil hitung cepat Pilpres 2024, suara tertinggi dipegang oleh Prabowo-Gibran dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Sedangkan Ganjar-Mahfud hanya mendapat suara 16-17 persen saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Ramalan Shio Asmara 7 Juni 2026 Terbaru: Tikus Makin Romantis, Naga Penuh Pesona, Harimau Berpeluang Jatuh Cinta
- 10Ramalan Zodiak Keuangan 7 Juni 2026: Leo, Aquarius, Aries, dan Pisces







