NasDem Minta Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen: Supaya Jangan Terlalu Banyak Parpol

AKURAT.CO Politisi senior Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, Nasdem berharap menjadi 7 persen, agar tidak terlalu banyak partai politik yang ada di Senayan.
Selain itu, menurutnya, akan banyak calon atau anggota legislatif yang sebenarnya tidak berkualitas namun punya uang, lalu bisa seenaknya punya kursi di parlemen.
Baca Juga: Gerindra Punya Pemikiran Ambang Batas Parlemen Perlu Dinaikkan
"Supaya jangan terlalu banyak partai politik. Kenapa, karena kalau terlalu banyak kemudian ya sama saja yang tadi saya bilang akhirnya yang di endorse yang tidak berkualitas lagi, yang punya duit lagi," kata Irma, di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, ditulis Jumat (8/3/2024).
"Selama masih pemilu ini terbuka, sistemnya terbuka, saya enggak lihat ada kebaikan di situ (batas 4 persen). Kenapa, karena masyarakat kita ini belum dewasa untuk memilih, semua uang diambil, nah yang paling gede lah yang dipilih," bebernya.
Dia menilai, saat ini masih banyak para pelaku kriminal yang masih bisa mencalonkan menjadi anggota legislatif. Dengan ambang batas 4 persen itu, banyak parpol yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kursi, sehingga kualitas caleg dikesampingkan.
"Kenapa saya bisa bilang begitu, buktinya yang namanya pelecehan seksual yang namanya koruptor yang namanya pecandu narkoba semuanya bisa jadi anggota DPR RI," tutur dia.
Baca Juga: PPP Minta Ambang Batas Parlemen Menjadi 2,5 Persen
"Terus moral apa yang ada di parlemen kalau itu yang terjadi, tapi kenapa partai politik menggendong, karena ambang batas parlemen yang 4 persen itu dikejar sehingga yang dipentingkan kursi bukan kualitas," pungkas Irma.
Sebelumnya, politisi Partai Nasdem, Sugeng Suparwoto, mengatakan jika Nasdem merekomendasikan persentase ambang batas parlemen menjadi 7 persen untuk diterapkan pada Pemilu 2029.
Alasan Nasdem merekomendasikan kenaikan ambang batas parlemen dari 4 persen tersebut lantaran tidak banyak ditemukan perbedaan antara partai politik yang berkontestasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







