Hasto Tuding Ada Kekuatan Besar untuk Intercept Suara, PSI: Seperti Khayalan Anak SD yang Kalah Main Kelereng

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andre Vincent Wenas, mengkritisi sikap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menuding ada kekuatan besar di belakang KPU yang berkepentingan meng-intercept hasil hitung cepat.
Andre menilai, ucapan Hasto itu sebagai bentuk kekecewaan karena suara PDIP alami kemerosotan di Pileg 2024. Ia juga menyebut Hasto terlalu mengada-ada lantaran ucapannya seperti imajinasi anak SD yang kalah bermain kelereng.
Pasalnya, Hasto hanya bisa menuding yang bukan-bukan tanpa menjelaskan atau menyebut siapa yang dimaksud dengan kekuatan besar yang ada di belakang KPU.
Baca Juga: Makna Pin Merah yang Dipakai Bintang Hollywood di Oscar, Benarkah untuk Bela Gaza?
"Ini seperti khayalan atau imajinasi anak SD yang kalah main kelereng lalu menyalahkan bunyi klakson truk yang telah mengagetkannya sehingga sentilannya malah merugikan dirinya sendiri," kata Andre kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).
Andre mengaku semakin tak habis pikir ketika Hasto menyeret-nyeret PSI sebagai pihak yang diuntungkan oleh kekuatan besar tersebut. Padahal, hasil hitung cepat pada Sirekap hanyalah pelengkap untuk mengetahui hasil perolehan suara sementara, bukan rujukan mutlak.
"Padahal lewat beberapa podcastnya Grace Natalie sudah menjelaskan bahwa perhitungan resmi KPU sedang berjalan. Dan Sirekap merupakan mekanisme pelengkap (tidak wajib) yang diselenggarakan oleh KPU untuk membantu, sebagai data pembanding," ujarnya.
Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Sah Jadi WNI, Erick Thohir Sebut PSSI Kini Kejar Perpindahan Federasi
Ia pun mengakui, bahwa Sirekap adalah sistem baru yang banyak mengalami kekeliruan dalam membaca data faktual. Namun, sayangnya keadaan itu diperkeruh oleh petinggi parpol seperti Hasto.
"Mengenai ini KPU sendiri sudah mengakuinya, tapi sayang parpol yang mestinya bisa memahami dan menjelaskan ke publik malah ikut-ikutan memperkeruh keadaan. Maka KPU-pun mengambil langkah menyetop penayangan grafis Sirekap," ujarnya.
Sebelumnya, Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim ada kekuatan besar di belakang KPU yang berupaya meng-intercept hasil hitung cepat. Ia mengaku telah berbicara dengan para pakar teknologi informasi terkait anomali pada hasil Sirekap.
Baca Juga: Memahami Manfaat Puasa bagi Kesehatan: Temuan dari Penelitian Ilmiah
"Kami bertemu dengan pakar IT, tidak hanya terkait dengan KPU, (tapi) ada kekuatan besar di belakang KPU yang kemudian menggunakan Sirekap untuk merancang suatu desain melalui quick count yang di-intercept,” kata Hasto ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2024).
Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa kekuatan besar itu menganggu suara dari partai-partai pendukung Ganjar-Mahfud, dan meninggikan suara PSI.
“Kemudian PSI dibesar-besarkan (suaranya). Sementara, partai yang mendukung Pak Ganjar-Mahfud dikecil-kecilkan. PDI-P dikecil-kecilkan, PPP dikecil-kecilkan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









