Klarifikasi Hasto Usai Ibaratkan Gibran Seperti Sopir Truk yang Mengalami Kecelakaan di Tol Halim

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengklarifikasi ucapannya yang mengibaratkan Gibran Rakabuming Raka, seperti sopir truk yang mengalami kecelakaan di Gerbang Tol Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.
Ia menekankan, umpama tersebut ia katakan dikarenakan supir truk penyebab kecelakaan tersebut baru berusia 17 tahun dan mencoba melarikan diri.
“Saya tidak mengibaratkan seperti itu, saya memberikan contoh ketika menyampaikan pembicaraan, kebetulan ada persoalan sangat serius ketika di dekat pintu Gerbang Tol Halim ada sopir truk yang usianya baru 17 tahun belum punya sim dan kemudian mengalami dua krisis,” ucapnya di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Baca Juga: Tim Hukum Amin Juga Usulkan MK Panggil Jokowi
“Krisis pertama ketika dia menyenggol kendaraan lain maka yang kedua karena usianya belum cukup di dalam hadapi problematikan itu, dia langsung ambil jalan pintas mencoba lari. Maka dia gaspol dan malah menciptakan suatu kecelakaan-kecelakaan beruntun, artinya untuk sopir truk aja diperlukan suatu kedewasaan,” tambahnya.
Maka dari itu, menurutnya sama seperti pencalonan Gibran sebelumnya melalui putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 tahun 2023, yang belum berumur 40 tahun tapi bisa maju sebagai cawapres.
“Ternyata mengatasi konflik, persoalan di lapangan butuh kedewasaan. Apalagi untuk memimpin bangsa dan negara. Maka usia 40 tahun sebagai capres dan cawapres itu merupakan suatu usia menunjukkan tingkat kematangan. Kalau kasus di jalan raya aja menciptakan korban seperti ini, apalagi kalau persoalan di tingkat nasional? Jangan-jangan pas rapat kabinet misalnya, sekira proses ini tak terbentung karena abuse of power, lebih asik naik sepeda,” tandasnya.
Baca Juga: Roy Jones Jr: Laga Mike Tyson vs Jake Paul Bukan Sebatas Pertarungan Eksibisi
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan bahwa seorang pemimpin negara harus mempunyai kedewasaan. Hasto menuturkan, untuk menjadi seorang sopir truk saja ada batas usianya, apalagi memimpin negara dengan masalah yang sangat kompleks.
"Karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan-jabatan tertentu, untuk sopir truk aja itu berbahaya, apalagi kaitannya dengan mengelola suatu negara sebesar Indonesia dengan problematika yang sangat kompleks," kata Hasto dalam acara diskusi bertajuk 'Sing Waras Sing Menang', Sabtu (30/3/2024).
Hasto mencontohkan, masalah kedewasaan pada suatu pekerjaan sangat penting dengan berkaca pada kecelakaan yang terjadi di Gerbang Tol Halim Perdanakusuma pada Rabu (27/3/2024) lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









