MK Diprediksi Bakal Putuskan Pemungutan Suara Ulang Pilpres 2024

AKURAT.CO Pengamat Politik Emrus Sihombing, memprediksi Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memutus perkara sengketa Pilpres 2024 dengan memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di beberapa wilayah Indonesia.
Menurutnya majelis Hakim MK merupakan golongan terdidik yang akan memutus perkara secara adil berdasarkan fakta persidangan. Selain mengacu pada fakta persidangan Hakim MK juga lebih cenderung mendengar tuntutan pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 3.
"Keputusannya adalah kemungkinan, keputusan pemungutan suara ulang di beberapa titik atau semua titik," ujarnya.
Baca Juga: Sidang MK Usai, Tim Prabowo-Gibran: Jangan Ada Lagi Narasi Jokowi Cawe-cawe dan Intervensi
Emrus berpandangan akan ada dua pendekatan yang digunakan delapan Hakim MK dalam memutus perkara sengketa Pilpres 2024. Pertama Hakim MK menggunakan paradigma kualitatif maka delapan Hakim MK itu bakal memutuskan persidangan dengan menyebut adanya kecurangan dan memerintahkan pemilihan ulang atau diskualifikasi calon.
Paradigma kedua, Hakim MK menggunakan kuantitatif dengan pendekatan data fakta yang muncul ke permukaan. Jika itu yang dipilih maka kesimpulan yang mereka buat lebih cenderung memberikan sesuatu tidak jauh dari apa yang sudah diputuskan KPU.
"Kalau kita bicara hakekat hukum keadilan, kepantasan, kepatutan demokrasi dan hakikat etika, maka menurut saya yang diputuskan adalah tentu berpihak kepada keadilan, dimana kita melihat begitu derasnya kritik dari perguruan tinggi profesor dan doktor soal kondisi demokrasi kita," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






