Kabinet Prabowo-Gibran Harus Pertimbangkan Efektifitas Dibanding Kepentingan Politik

AKURAT.CO Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyarankan, agar formasi kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka lebih mempertimbangkan efektifitas ketimbang mengakomodir kepentingan politik.
"Formasi kabinet haruslah berdasarkan kebutuhan objektif yang mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi, bukan disasarkan semata-mata untuk mengakomodir kepentingan politik," katanya kepada Akurat.co, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga: Rencana Prabowo Bentuk Badan dan Kementerian Baru Dinilai Tak Akan Ganggu Efektivitas Kabinet
Terlebih menurutnya, kabinet harus berisi orang-orang yang sejalan dengan visi misi Prabowo-Gibran, yang akan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
"Terlebih lagi, formasi kabinet harus berorientasi pada kajian kebijakan yang ditujukan untuk mewujudkan visi misi presiden dan wakil presiden, yang mana visi misi tersebut akan dituangkan dalam RPJP dan RPJM," bebernya.
Dia menilai, tak seharusnya kabinet terbaru nanti berisikan terlalu banyak formasi, sebab akan terlalu gemuk dan terlihat mementingkan bagi-bagi kekuasaan dengan partai politik pendukung ataupun tim sukses selama pilpres.
"Jadi, formasi 40 menteri bisa dibilang terlalu gemuk jika hanya didasarkan pada azas kepentingan politik sesaat," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









