BRIN: Kabinet Prabowo-Gibran Sebaiknya Diisi Para Teknokrat, Bukan Kader Parpol

AKURAT.CO Kabinet pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, diharapkan diisi oleh kalangan prosesional dan teknokrat, bukan dari kader partai politik.
Begitulah yang disampaikan oleh pakar politik dan peneliti senior Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli.
“Berharap menteri-menteri yang diangkat lebih banyak dari kalangan profesional atau teknokrat. Menteri-menteri yang diangkat harus benar-benar memiliki keahlian dibidangya,” ucapnya kepada Akurat.co, Minggu (28/4/2024).
Baca Juga: Rafael Struick Mengaku Kesal Bakal Absen Bela Indonesia di Semifinal Piala Asia U-23
Menurutnya, kalangan profesional akan lebih unggul dalam menjalankan program dari Prabowo-Gibran, mengingat beberapa program seperti makan siang gratis untuk anak sekolah, merupakan hal baru di Indonesia.
"Ini penting agar program-program presiden bisa berjalan dan bisa langsung dieksekusi, tidak harus adaptasi atau belajar dulu, tapi langsung action,” jelasnya.
Kendati demikian, Romli menekankan, pemilihan menteri memang hak preogratif Prabowo sebagai presiden nantinya, sehingga tidak ada yang bisa mendikte Prabowo dalam memilih pembantunya hingga lima tahun ke depan.
Baca Juga: Tak Merasa Rugi, PAN Welcome PKB dan Nasdem Merapat ke Prabowo-Gibran
Termasuk kata dia, para elit parpol juga seharusnya tidak bisa menyodorkan nama-nama untuk diberikan kepada Prabowo agar diberi kursi menteri.
“Pengisian atau pengangkatan menteri-menteri adalah hak prerogatif presiden. Dengan demikian, presiden memiliki kebebasan dalam pengisian menteri-menteri tersebut. Tidak boleh seorangpun melakukan intervensi untuk menitipkan orang-orangnya agar duduk sebagai menteri,” tutup Romli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









